Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS: Produksi Beras Januari-Juli 2026 Diperkirakan 21,95 Juta Ton
Petugas Bulog Semarang mengecek kadar air dari gabah kering yang dipanen petani. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • BPS memproyeksikan produksi beras nasional Januari–Juli 2026 mencapai 21,95 juta ton, sedikit turun dibanding periode sama tahun lalu sebesar 22,03 juta ton.
  • Luas panen padi Januari–Juli 2026 diperkirakan 7,20 juta hektare, naik tipis 0,02 persen meski pada April terjadi penurunan luas panen hingga 15,47 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Produksi gabah kering giling Januari–Juli 2026 diproyeksi mencapai 38,11 juta ton atau turun 0,34 persen dari tahun lalu, dengan potensi perubahan akibat faktor cuaca dan hama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
BPS bilang beras di Indonesia dari bulan Januari sampai Juli tahun 2026 bisa jadi sekitar dua puluh satu juta ton lebih sedikit dari tahun lalu. Ibu Pudji yang kerja di BPS ngomong kalau beras di bulan Mei sampai Juli juga agak turun. Katanya sawah yang panen juga sedikit berkurang. Sekarang petani masih tanam padi dan nanti bisa panen di banyak daerah seperti Jawa dan Sumatra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 21,95 juta ton. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 22,03 juta ton.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, potensi produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,92 juta ton.

"Jumlah tersebut turun 0,09 juta ton atau 1,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ungkapnya.

1. Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras dari Perum Bulog. (Dok. Bapanas)

Pudji menjelaskan, proyeksi tersebut didasarkan pada hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) April 2026 yang memotret kondisi pertanaman padi serta potensi panen hingga Juli 2026.

Data produksi Januari hingga April 2026 merupakan angka tetap, sedangkan produksi Mei hingga Juli 2026 masih berupa angka potensi yang dapat berubah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pada April 2026, produksi beras tercatat sebesar 4,40 juta ton atau turun 16 persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 5,23 juta ton.

"Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya luas panen pada bulan yang sama," ucapnya.

2. Luas panen padi periode Mei hingga Juli diperkirakan 2,69 juta hektare

Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.

BPS mencatat, luas panen padi pada April 2026 mencapai 1,40 juta hektare, turun 15,47 persen dibandingkan April 2025 yang sebesar 1,65 juta hektare.

Sementara itu, potensi luas panen padi pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 2,69 juta hektare, turun 0,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Secara kumulatif, luas panen padi sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 7,20 juta hektare atau naik tipis 0,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tegasnya.

3. Produksi gabah kering giling diproyeksi 38,11 juta ton periode Januari-Juli

Para petani wilayah Pantura Jateng memanen gabah saat panen raya. (IDN Times/Dok Humas Bulog Semarang)

Dari sisi produksi padi, BPS memperkirakan produksi gabah kering giling (GKG) sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 38,11 juta ton. Angka tersebut turun 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Menurut Pudji, potensi produksi masih dapat berubah tergantung berbagai faktor, seperti serangan hama dan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani.

Berdasarkan hasil amatan KSA April 2026, sekitar 34,85 persen lahan pertanian berada dalam kondisi ditanami padi (standing crop).

"Dari total tersebut, sebagian besar tanaman berada pada fase generatif sebesar 13,53 persen yang berpotensi dipanen pada Mei 2026," tegasnya.

4. Sebaran potensi panen padi Mei–Juli 2026

Salah satu kendaraan yang digunakan untuk memanen padi di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen. (IDN Times/Dok Pendam Diponegoro)

Provinsi dengan potensi panen terbesar:

  • Jawa Barat

  • Jawa Tengah

  • Jawa Timur

  • Banten

  • Lampung

  • Sumatra Selatan

  • Sumatra Utara

  • Sumatra Barat

  • Aceh

  • Sulawesi Selatan

  • Kalimantan Selatan

  • Nusa Tenggara Barat (NTB)

  • Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kabupaten dengan potensi panen relatif besar:

Jawa Barat

Indramayu

Karawang

Subang

Cianjur

Sukabumi

Cirebon

Jawa Tengah

Pati

Sragen

Blora

Demak

Grobogan

Kebumen

Jawa Timur

Bojonegoro

Lamongan

Banten

Pandeglang

Lebak

Sumatra

Banyuasin (Sumatera Selatan)

Lampung Timur (Lampung)

Sulawesi Selatan

Pinrang

Editorial Team

Related Article