Purbaya Bakal Cek Isu Anggaran Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun

- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum mengetahui isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun dan menyebut pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih menjadi tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara.
- DPR melalui Mufti Anam mempertanyakan kebenaran rencana pengadaan 1,8 juta kipas angin senilai Rp1,8 triliun dan meminta klarifikasi dari Menteri Koperasi dalam rapat kerja Komisi VI DPR.
- Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengaku tidak tahu detail pengadaan kipas angin karena bukan di bawah kewenangannya serta belum memastikan angka maupun jenis barang yang dimaksud.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal viralnya isu pengadaan kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Purbaya mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
Purbaya menjelaskan, pengelolaan koperasi bukan berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurut dia, urusan manajemen dan operasional KDKMP menjadi tanggung jawab pihak pelaksana, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara.
"Saya nggak tahu, nanti saya cek. Koperasi kan tanggung jawabnya si Agrinas kan," kata Purbaya kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
1. Kemenkeu hanya tanggung cicilan utang bank

Peran Kemenkeu dalam program tersebut hanya berkaitan dengan pembayaran cicilan pinjaman untuk pembiayaan KDKMP. Cicilan yang dimaksud bukan pembayaran atas pengadaan barang tertentu, melainkan cicilan utang kepada bank yang dibayarkan setiap tahun.
"Kita hanya bayar cicilan-nya aja. Manajemen dan segala macam di sana," ujar mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
2. DPR pertanyakan isu pengadaan 1,8 juta kipas angin

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mempertanyakan kebenaran isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun untuk program KDKMP. Mufti telah berupaya mencari informasi kepada pemerintah maupun pihak terkait mengenai isu tersebut. Namun, dia belum mendapatkan penjelasan terkait kebenaran rencana pengadaan itu.
Oleh karena itu, Mufti meminta Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan klarifikasi mengenai isu pengadaan tersebut dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada Rabu (15/7/2026).
"Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp1,8 triliun itu betul tidak, Pak?" katanya dalam rapat kerja.
3. Ferry Juliantono mengaku tak tahu detail pengadaan

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ferry Juliantono menyatakan tidak mengetahui detail pengadaan kipas angin karena proses tersebut tidak berada di bawah Kementerian Koperasi.
Ferry menyebut, belum mengetahui secara pasti terkait angka maupun jenis kipas angin yang dimaksud dalam isu tersebut. Dia juga menyampaikan contoh harga salah satu jenis kipas angin yang disebut memiliki nilai jutaan rupiah di salah satu platform belanja daring.
"Soal kipas angin ini saya gak tahu, ini karena pengadaannya bukan di kami, Pak. Tapi rasanya, angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF, itu harganya di Shopee ini Rp11.464.000. Jadi, apa namanya? Tapi itu saya gak tahu persis itu," ujar dia.

















