Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Brantas Abipraya Mobilisasi 2.500 Pekerja buat Proyek Sekolah Rakyat
Proses pembangunan Sekolah Rakyat oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)
  • PT Brantas Abipraya mengerahkan 2.500 pekerja dari Pulau Jawa untuk mempercepat pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai wilayah, termasuk Kalimantan dan Sulawesi.
  • Pengerjaan proyek dilakukan di medan menantang dengan semangat gotong royong, tetap menjaga standar keselamatan kerja serta fokus pada kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian.
  • Kisah para pekerja seperti Budi dari Lamongan menunjukkan dedikasi tinggi, rela merantau demi membangun fasilitas pendidikan bagi masa depan anak-anak Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Brantas Abipraya (Persero) masih menggarap proyek Sekolah Rakyat (SR) yang masuk dalam program prioritas nasional.

BUMN karya itu mengerahkan ribuan tenaga kerja untuk memastikan proyek fasilitas pendidikan tersebut rampung sesuai target.

1. Mobilisasi 2.500 pekerja lintas pulau

Proses pembangunan Sekolah Rakyat oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)

Brantas Abipraya mengerahkan 2.500 pekerja dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan proyek Sekolah Rakyat yang tersebar hingga ke Kalimantan dan Sulawesi.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan pengerahan tenaga kerja dalam jumlah besar ini adalah kunci untuk menjaga ritme pembangunan di berbagai daerah sekaligus.

"Di lapangan, satu lokasi bisa menyerap 400 hingga 600 orang yang bekerja bergantian siang dan malam. Dedikasi ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ritme pembangunan tetap optimal demi mencapai target nasional," ujar Dian dikutip dari keterangan resmi, Senin (27/4/2026).

2. Pembangunan di lakukan di medan yang menantang

Proses pembangunan Sekolah Rakyat oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)

Kecepatan pembangunan ini tidak lepas dari budaya gotong royong di lapangan. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan logistik yang sulit, tim di lapangan—mulai dari mandor hingga engineer—bekerja tanpa sekat.

Perusahaan memastikan bahwa meski pengerjaan dikebut, standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tetap diterapkan.

"Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaiannya dengan tetap mengutamakan kualitas terbaik dan aspek keselamatan kerja," tutur Dian.

3. Cerita pekerja asal Lamongan harus merantau buat bangun Sekolah Rakyat

Proses pembangunan Sekolah Rakyat oleh PT Brantas Abipraya (Persero). (dok. Brantas Abipraya)

Di balik kemajuan fisik bangunan, ada cerita dedikasi dari para pekerja yang harus meninggalkan keluarga dalam waktu lama. Budi, seorang pekerja asal Lamongan, mengungkapkan, setiap peluh keringatnya di proyek ini memiliki makna yang dalam bagi masa depan anak-anak di daerah terpencil.

“Walaupun jauh dari keluarga, saya bangga karena ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kontribusi untuk masa depan anak-anak Indonesia. Membangun sekolah seperti ini adalah kebanggaan, harapannya bisa jadi amal jariyah,” ujar Budi.

Editorial Team