Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tipe Customer yang Sering Membuat Emosi Saat Berbisnis

7 Tipe Customer yang Sering Membuat Emosi Saat Berbisnis
smallbizclub.com
Intinya sih...
  • Pelanggan yang mengembalikan semua barang tanpa alasan
  • Pelanggan yang mencoba merayu pegawai
  • Pelanggan yang tidak mendengarkan penjelasan dan suka menyalahkan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Customer menjadi faktor paling penting dalam sebuah bisnis. Kita harus memberikan pelayanan terbaik supaya menjadi pelanggan tetap yang puas. Bisnis kita juga dapat tersebar dari komentar positif mereka.

Tapi sayangnya, tak semua customer berkarakter baik. Beberapa di antaranya bukan customer sejati dan hanya ingin menjatuhkan bisnismu. Coba kenali beberapa tipe customer ini, yuk supaya kamu lebih bisa berhati-hati:

Table of Content

1. Pelanggan yang mengembalikan semua barang yang telah dibeli

1. Pelanggan yang mengembalikan semua barang yang telah dibeli

Padahal, barang-barang yang direturn ini baik-baik saja dan tidak ada cacat. Namun, pelanggan tiba-tiba meretur semuanya seperti tampak sedang disengaja. Menghadapi yang satu ini, ada baiknya kamu menetapkan peraturan-peraturan seputar return barang terlebih dahulu.

2. Pelanggan yang justru tebar pesona sana-sini

Bukannya sibuk membeli barang, mereka malah mencoba merayu salah satu pegawaimu. Bisa saja lho, dia mau merebut atau mengambil pegawaimu yang potensial itu.

3. Pelanggan yang tidak mendengarkan

Ketika pegawai mencoba menjelaskan saat pelanggan bertanya, yang ada justru sibuk sendiri dan tidak mendengarkan penjelasan tersebut. Anehya lagi, saat tidak mengerti, pelanggan tersebut langsung menyalahkan pihak pegawai.

4. Pelanggan yang suka cari-cari alasan

Semua yang dia pesan sudah diberikan dengan baik, tapi sang pelanggan masih saja berusaha untuk komplain terhadap hal atau permasalahan yang sebenarnya tidak ada.

5. Pelanggan yang seenaknya saja menyalahkan karyawan

Contohnya saja, pelanggan tersebut memesan satu es krim. Saat es krim sudah diberikan, tapi tak sengaja jatuh ketika dia bawa. Bukannya mengakui kesalahan, dia malah menyalahkan pegawai yang bertugas.

6. Pelanggan yang tidak sabar

Sudah diberitahu bahwa mereka harus menunggu 15 menit dan mereka setuju, tapi belum baru 2-5 menit pertama, pelanggan tersebut sudah protes. Bahkan, dia minta memanggil manager juga.

7. Pelanggan yang berpura-pura dan ternyata kompetitor

Pelanggan tersebut berusaha mengorek segala informasi sambil membeli sebuah barang. Pelanggan ini memang ramah dan tidak ada masalah sedikit pun. Namun, informasi atau pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sebenarnya menjebak dan ingin mengetahui bagaimana kamu menjalankan bisnis tersebut.

Dalam menghadapi 7 tipe customer di atas, tentu kita harus tetap menghormati dan melayaninya dengan baik. Cobalah untuk tetap bersabar dan hindari emosi. Jika kamu emosi, maka customer tersebut bisa semakin menjebak dirimu dan menjelekkan bisnismu lho. Sebisa mungkin, bertindaklah secara bijaksana, ya!

FAQ seputar Tipe Customer yang Sering Membuat Emosi

Apa saja tipe customer yang sering membuat emosi saat berurusan dengan pelayanan?

Beberapa tipe customer yang sering bikin emosi termasuk yang suka return barang tanpa alasan, tidak mendengarkan penjelasan, suka mencari alasan untuk komplain, dan yang menyalahkan karyawan tanpa dasar.

Bagaimana cara menghadapi customer yang tidak sabar dan cepat marah?

Tetap tenang, dengarkan keluhannya dengan sabar, berikan penjelasan yang jelas, dan tawarkan solusi atau alternatif yang realistis. Sikap profesional bisa membantu meredakan emosi mereka.

Apakah semua tipe pelanggan sulit harus diperlakukan sama?

Tidak selalu. Pelanggan yang sulit dapat berbeda karakter, seperti yang agresif, yang selalu komplain tanpa alasan, atau yang tidak mendengarkan. Cara menghadapi mereka harus disesuaikan dengan karakter dan situasi.

Apa ciri pelanggan yang sering mencari alasan untuk komplain?

Pelanggan ini sering saja menemukan “kesalahan” meskipun layanan sudah diberikan dengan benar, dan cenderung terus mencari pembenaran untuk tidak puas.

Bagaimana cara mencegah emosi saat menghadapi pelanggan sulit?

Fokus pada komunikasi yang jelas dan tenang, pahami kebutuhan pelanggan, dan apabila perlu libatkan manajer atau kebijakan perusahaan untuk menyelesaikan masalah tanpa konfrontasi langsung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Megan Faustine
EditorMegan Faustine
Follow Us

Latest in Business

See More

Rotasi Berlanjut, Menkeu Lantik Pejabat Kemenkeu 3 Kali dalam Sebulan

06 Feb 2026, 18:46 WIBBusiness