Cak Imin: Bencana Sumatra Bikin Angka Kemiskinan Naik 0,49 Persen

- Program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan
- Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi kunci keberhasilan
- Gus Ipul tegaskan pemulihan sosial dilaksanakan secara terarah, terpadu
Jakarta, IDN Times - Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menyoroti potensi peningkatan kemiskinan akibat bencana di Sumatra.
“Jumlah angka kemiskinan akan semakin meningkat. Kontribusi bencana Sumatra kepada kemiskinan di tingkat nasional diperkirakan 0,49 persen, dan kemiskinan ekstrem meningkat 0,20 persen,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Gedung Kemendagri, dikutip dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2025).
1. Program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan

Ia menegaskan, pemulihan ekonomi masyarakat harus dilakukan melalui intervensi langsung yang mendorong aktivitas ekonomi lokal.
“Cash for work atau program padat karya tunai harus menjadi inti dari seluruh bantuan pemerintah pusat,” katanya.
2. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi kunci keberhasilan

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan pentingnya kesepakatan mekanisme kolaborasi lintas pemerintahan.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Ini penting terkait dengan mekanisme kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, terkait dengan pendanaan dan pembangunan infrastruktur yang ada di bawah pemerintah daerah.” katanya.
“Ini harus disepakati sehingga tidak ada overlapping dan semuanya mendapat sentuhan yang proporsional,” imbuhnya.
3. Gus Ipul tegaskan pemulihan sosial dilaksanakan secara terarah, terpadu

Dalam kesempatan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa seluruh upaya pemulihan sosial dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, sejalan dengan mandat Keppres dan koordinasi Satgas.
“Sebagai koordinator bidang sosial, Kementerian Sosial memastikan pemulihan sosial pascabencana berjalan menyeluruh, mulai dari perlindungan dan jaminan sosial, rehabilitasi sosial, hingga pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat terdampak,” jelas Gus Ipul.


















