Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BUMN Ramai-Ramai Santuni Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

3 min read
BUMN Ramai-Ramai Santuni Keluarga Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
Penyerahan tali kasih kepada keluarga korban hilangnya kapal Arupadhatu 1 di kawasan Gunung Anak Krakatau, Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • BP BUMN bersama sejumlah BUMN menyalurkan santunan kepada keluarga lima jurnalis foto dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau.

  • Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata menyebut jurnalis sebagai mitra pengawal transformasi BUMN, serta menegaskan dukungan bagi keluarga dalam situasi sulit.

  • Dari delapan orang hilang setelah kapal kehilangan kontak di Selat Sunda, Surakman telah ditemukan meninggal dan teridentifikasi; tujuh korban lain belum ditemukan setelah pencarian dihentikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan sejumlah BUMN ramai-ramai memberikan santunan kepada keluarga lima jurnalis foto beserta tiga kru kapal yang hilang di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Adapun lima jurnalis foto itu adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas/freelance).

Kemudian, ketiga ABK itu adalah Warta (kapten kapal), Surakman (anak buah kapal atau ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata mengatakan, sejumlah BUMN yang berpartisipasi, antara lain Perum PERURI, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, PT Pelindo (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, Perum LKBN ANTARA, hingga Antara ETP.

“Tentunya tali kasih yang akan kita berikan pada sore hari ini tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang. Kami hanya ingin berikhtiar untuk menyampaikan kepada Bapak-Ibu sekalian bahwa Bapak-Ibu sekalian tidak sendiri,” kata Tedi di Gedung BP BUMN, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

  1. 1. Jurnalis di mata BUMN

    5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)
    5 jurnalis yang hilang di Selat Sunda (Dok. Istimewa/warga)

    Tedi mengatakan, di mata BP BUMN dan BUMN, jurnalis adalah  mitra yang selalu mengawal proses transformasi di BUMN.

    “Program transformasi ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa peran dari teman-teman awak media. Dari jurnalis yang memberitakan, yang menginformasikan, menyampaikan berita yang baik, yang akurat. Dan tentunya ke depan hubungan antara BUMN, keluarga besar BUMN dengan jurnalis tentunya kita harapkan akan semakin erat,” ujar Tedi.

  2. 2. Kelima keluarga jurnalis dan ABK hadir

    2991ddaa-e0a3-4411-a7a4-08a936aaca49.jpeg
    Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Tedi Bharata. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Dalam acara itu, keluarga lima jurnalis foto yang hilang hadir, beserta keluarga dari tiga ABK kapal Arupadhatu 1. Setiap keluarga diberikan santunan masing-masing yang dikoordinasikan oleh BP BUMN.

    “Kami keluarga besar BUMN yang berusaha untuk membantu, berada di dekat dan juga membantu Bapak-Ibu sekalian dalam keadaan yang tentu tidak mudah dihadapi pada saat ini,” tutur Tedi.

  3. 3. Tujuh dari delapan korban hilang di kawasan Anak Krakatau belum ditemukan

    IMG-20260915-WA0007.jpg
    Tim SAR gabungan di KN SAR Basudewa melakukan pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda hari kedelapan. (IDN Times/Istimewa).

    Sebelumnya, delapan orang hilang setelah speedboat Arupadhatu 1 berlayar untuk kegiatan liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau kehilangan kontak di perairan Selat Sunda. Kapal itu bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Keesokan harinya, Selasa (8/9), polisi menerima laporan orang-orang di kapal itu hilang kontak.

    Pencarian pun dilakukan. Kemudian, pada Sabtu, (12/9), ditemukan jasad di perairan Enggano, Bengkulu. Namun, belum teridentifikasi apakah jasad itu merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang.

    Pada Jumat, (18/9) lalu, Basarnas menghentikan operasi pencarian setelah 10 hari tak ada tanda-tanda rombongan beserta kapal.

    Kemarin, Kamis (23/9), jasad yang ditemukan di perairan Enggano, Bengkulu teridentifikasi sebagai Surakman, ABK kapal Arupadhatu 1 berdasarkan data antemortem. Sementara, tujuh orang lainnya belum ditemukan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More