Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Sehat After Lebaran

4 Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Sehat After Lebaran
Ilustrasi THR (IDN Times/Ita Malau)
Intinya Sih
  • THR adalah kewajiban pemberi kerja sesuai aturan pemerintah dan bertujuan memenuhi kebutuhan Idul Fitri, namun perlu dikelola bijak agar keuangan tetap stabil setelah Lebaran.
  • IDN Times membagikan empat tips pengelolaan THR: membuat bujet prioritas, melunasi utang, berinvestasi dengan bijak, serta menyiapkan asuransi perjalanan bagi yang mudik.
  • Pembagian alokasi disarankan memakai rumus 50/30/20 untuk kebutuhan, utang, dan tabungan atau investasi agar pemasukan ganda dari gaji dan THR lebih optimal digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu ciri khas dari perayaan Idul Fitri. Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) Permenaker 6/2016 dan Pasal 9 ayat (1) PP 36/2021, membayar THR merupakan kewajiban setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah, baik itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan, atau perkumpulan.             

Pemberian THR bertujuan untuk memenuhi segala kebutuhan saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Pengelolaan dan pemanfaatan uang THR yang buruk bisa membuat kita justru mengalami kerugian, bahkan kesulitan keuangan selepas Hari Raya. Maka dari itu, penting bagi kita untuk tahu keperluan yang dibutuhkan saat menerima uang THR.

Dikutip dari Lifepal.co.id, IDN Times akan membagikan 4 tips yang berguna bagi kamu untuk memastikan THR yang kamu dapatkan bisa dipergunakan dengan cara yang semestinya agar keuangan tetap sehat. Yuk, simak informasinya di bawah ini.

Table of Content

1. Buatkan bujet alokasi pengeluaran

1. Buatkan bujet alokasi pengeluaran

Ilustrasi skala prioritas (Pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi skala prioritas (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Hal paling utama untuk bisa menjaga kesehatan keuangan kita adalah dengan membuat skala prioritas kebutuhan kamu. Kunci dalam mengatur alokasi pengeluaran yaitu kamu harus tahu mana pengeluaran yang memang kamu butuhkan dan pengeluaran yang bisa ditunda sementara waktu.

Perlu diingat, kamu gak cuma terima THR aja di bulan ini, tetapi juga gaji bulanan. Itu berarti pemasukan yang akan kamu terima menjadi dobel. Agar pemasukan tersebut bisa digunakan dengan bijak, kamu bisa mengatur pengeluaran menggunakan rumus 50/30/20. Artinya sekitar 50 persen digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk bayar utang (apabila ada) atau kebutuhan pribadi, dan 20 persen sisanya dapat kamu tabung atau investasikan.

Apabila alokasi sudah terpenuhi, kamu bisa mengalokasikan uang THR untuk kebutuhan belanja hari raya sebesar 50 persen. Sisanya dapat disimpan dan digunakan jika sewaktu-waktu kamu membutuhkannya.

2. Bereskan kewajiban utang

Ilustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)

Sebelum belanja untuk kebutuhan Lebaran, kamu sebaiknya membereskan dulu utang-utang yang ada biar kamu bisa tenang saat hari raya tiba. Pasalnya, jika kamu mendahulukan berbelanja kebutuhan hari raya ada kemungkinan kamu lupa membayar cicilanmu.

Duh bakal repot banget kan kalau sampai hal itu terjadi. Cicilan kartu kredit yang seharusnya bisa dibayarkan tanpa bunga justru malah kena bunga karena bayarnya lewat dari tanggal jatuh tempo. Belum lagi jika harus ditambah dengan denda keterlambatan. Kalau seperti itu bakal lebih banyak menguras isi kantong deh.

Jadi, sebaiknya cicilan yang ada langsung dibayarkan dulu tanpa perlu menunggu waktu jatuh tempo. Dengan begitu, kamu gak terbebani di bulan selanjutnya.

3. Jangan lupa berinvestasi

Ilustrasi investasi. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi investasi. (IDN Times/Arief Rahmat)

Setelah persoalan utang sudah beres, berinvestasi juga bisa menjadi salah satu pilihan kamu ketika mendapatkan THR. Namun perlu diingat bahwa memilih investasi yang tepat merupakan langkah penting untuk mengantisipasi berbagai risiko yang kemungkinan terjadi dikemudian hari sehingga dapat ditanggulangi.

Ada beragam pilihan investasi yang bisa kamu pilih selama bulan Ramadan ini. Apabila ingin berinvestasi dengan aman, kamu bisa memilih deposito dengan bunga rata-rata 6 persen pertahunnya. Tapi apabila kamu mengincar profit yang lebih besar dengan risiko yang lebih besar juga, kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di saham.

4. Buat yang mudik, jangan lupa ambil asuransi perjalanan, bisa pakai uang THR

ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi asuransi (IDN Times/Aditya Pratama)

Hari raya Idul Fitri tahun ini pemerintah membolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. Jika kamu juga pergi mudik tahun ini, maka penting bagi kamu untuk menyiapkan asuransi perjalanan. Hal itu berguna untuk melindungi keuangan kamu jika terjadi hal buruk saat kamu sedang mudik. Sebab, risiko tersebut menjadi ketentuan dan tanggungan yang harus dipenuhi perusahaan asuransi dalam melindungi pesertanya.

Lagi pula, premi asuransi perjalanan itu tidak terlalu besar lho. Cuma dengan uang Rp100 ribu rupiah kamu udah dapat perlindungan terhadap barang-barang pribadi, perawatan medis, hingga pemberian santunan. So, kalau mau pergi mudik jangan lupa siapkan asuransi perjalanan dulu ya.

FAQ seputar Cara Mengatur THR Agar Keuangan Tetap Sehat After Lebaran

Apa itu THR?

THR adalah Tunjangan Hari Raya yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan.

Mengapa THR perlu diatur dengan baik?

Agar tidak habis untuk pengeluaran yang tidak penting dan tetap bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

Apa langkah pertama mengatur THR?

Membuat anggaran atau bujet pengeluaran dengan menentukan skala prioritas kebutuhan.

Apakah THR bisa digunakan untuk investasi?

Ya, sebagian THR bisa dialokasikan untuk investasi seperti deposito atau saham agar memberikan manfaat jangka panjang.

Apakah THR sebaiknya digunakan untuk membayar utang?

Sebaiknya iya, karena melunasi utang lebih dulu dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hana Adi Perdana
Jumawan Syahrudin
Hana Adi Perdana
EditorHana Adi Perdana
Follow Us

Latest in Business

See More