Jakarta, IDN Times - Pemerintah buka suara mengenai komitmen impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) senilai 4,5 miliar dolar AS (setara Rp75,6 triliun). Impor sebesar itu dikhawatirkan akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lantas, apakah hal tersebut bakal membebani APBN?
Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan transaksi besar dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) tersebut murni skema bisnis-ke-bisnis (B2B) dan sama sekali tidak menyedot dana APBN.
"Komitmen fasilitasi impor produk pertanian senilai USD 4,5 miliar dalam kerangka ART Indonesia-AS merupakan dukungan kebijakan untuk memperlancar kerja sama B2B antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat, bukan pembelian yang dibiayai oleh APBN," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/3/2026).
