Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita Rombongan Penari Berburu Tiket Bus Imbas Insiden Kereta Bekasi
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4). ANTARA FOTO/Galih Pradipta
  • Rombongan penari Omah Budaya Wulangreh gagal berangkat ke Solo akibat kecelakaan kereta di Bekasi dan harus mencari transportasi alternatif hingga akhirnya memilih bus dari Terminal Pulo Gebang.
  • Insiden tersebut membuat jadwal acara 24 Jam Menari di Solo terganggu karena banyak rombongan dari Jakarta terlambat tiba, sehingga gladi resik terpaksa diundur.
  • Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang menewaskan tujuh orang dan memastikan pemerintah segera melakukan investigasi penyebab insiden tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Citra, perwakilan dari sanggar tari Omah Budaya Wulangreh menceritakan pengalamannya terdampak insiden kecelakaan kereta api di Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam. Dia bersama rombongan sedianya hendak bertolak ke Solo menggunakan KA Mataram pukul 21.40 WIB untuk tampil di acara 24 Jam Menari dalam rangka World Dance Day.

Rombongan sempat masuk ke dalam kereta pada pukul 21.30 WIB namun tidak mendapatkan informasi resmi mengenai insiden tersebut. Mereka baru mengetahui adanya kecelakaan setelah menyadari kereta jadwal pukul 21.00 WIB belum juga berangkat.

"Baru dari situ kita tahu kalau ada kecelakaan. Nah yang mungkin lumayan nyebelinnya adalah petugas infonya masih delay aja kan bukan cancel. Jadi kita masih sabar nunggu, karena belum tahu juga waktu itu separah apa kecelakaannya," kata dia kepada IDN Times, Selasa (28/4/2026).

1. Perjuangan mencari transportasi alternatif

Ilustrasi terminal bus. (Muhammad Saifullah/IDN Times)

Ketidakpastian tersebut berlanjut hingga Citra mendapat informasi dari rekannya yang berada di Stasiun Gambir bahwa perjalanan kereta telah dibatalkan. Meski telah berupaya menanyakan langsung kepada petugas, belum ada kepastian yang didapat hingga akhirnya pengumuman resmi keluar pada pukul 23.23 WIB.

Pengumuman tersebut menyatakan perjalanan tidak bisa diberangkatkan dan penumpang diminta melakukan pengembalian dana (refund) di loket dengan durasi pemrosesan 7x24 jam.

Setelah pengumuman pembatalan, rombongan Citra mencoba mencari tiket pesawat namun tiket sudah habis dan harga yang tersisa dianggap tidak masuk akal. Mereka akhirnya memutuskan beralih ke bus dari Terminal Pulo Gebang pada pukul 05.30 WIB.

"Itupun lumayan war, karena kayaknya semua orang nyari hal yang sama, dan tadi pagi di terminal ada beberapa penumpang kereta yang sama yang terdampak masih nyari-nyari tiket bus," tuturnya.

2. Jadwal event yang diselenggarakan harus mundur

Ilustrasi kalender April 2026. (IDN Times/Dian Septi Arthasalina)

Akibat gangguan transportasi berbasis rel di Bekasi, jadwal kegiatan di Solo pun terdampak. Citra menyampaikan banyak rombongan penari dari Jakarta belum tiba tepat waktu di lokasi acara. Hal tersebut menyebabkan rangkaian gladi resik (GR) yang dijadwalkan pada 28 April 2026 terpaksa diundur.

"Dampak lainnya juga ke event yang mau aku datengin itu karena banyak rombongan dari Jakarta, jadi banyak yang belum sampai juga. Jadi mundur semua rundown GR-nya hari ini," kata Citra.

3. Prabowo sampai turun tangan imbas kecelakaan

Presiden Prabowo Subianto datangi RSUD Kota Bekasi untuk menjenguk sejumlah korban kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget dan mengungkapkan keprihatinan atas tragedi kecelakaan kereta Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Prabowo menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi insiden tabrakan yang menelan tujuh orang meninggal dunia.

"Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kita segera adakan investigasi kejadiannya bagaimana," ucap Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Editorial Team