China dan AS Sepakat Pangkas Tarif Impor Senilai 60 Miliar Dolar AS

China dan AS sepakat memangkas tarif timbal balik atas barang senilai 60 miliar dolar AS, mencakup produk pertanian AS serta peralatan rumah tangga, mainan, dan dekorasi asal China.
Kedua negara memperpanjang jeda tarif hingga 10 Januari 2027 untuk mengevaluasi pengaturan perdagangan, membahas investasi, meningkatkan transparansi kebijakan, dan merespons kekhawatiran pelaku usaha.
China berkomitmen membeli produk pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS serta batu bara 10 juta ton per tahun pada 2027-2028, sambil melanjutkan dialog AI dan perizinan keuangan.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah China dan Amerika Serikat (AS) sepakat memangkas tarif impor atas barang dagangan senilai 60 miliar dolar AS atau setara Rp1.074,54 triliun. Pemangkasan tarif timbal balik ini mencakup beragam produk, mulai dari jagung dan kosmetik asal AS hingga peralatan rumah tangga dan mainan buatan China.
Pengurangan tarif resiprokal serta perpanjangan gencatan senjata perdagangan ini menjadi hasil utama dari pertemuan tingkat tinggi kedua pada 2026 antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington pekan lalu. Di bawah naungan Dewan Perdagangan AS-China, kedua negara masing-masing telah merekomendasikan perdagangan barang non-sensitif senilai 30 miliar dolar AS setara Rp537,27 triliun untuk mendapat perlakuan tarif yang lebih menguntungkan
Table of Content
1. Perincian daftar komoditas yang mendapat keringanan tarif

ilustrasi label harga barang (pexels.com/Erik Mclean) Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer menyatakan pada Minggu (27/9/2026) mengenai kesepakatan di bawah Dewan Perdagangan AS-China tersebut. Greer menyebut langkah ini bagi pihak AS adalah membuka akses pasar yang lebih baik atau unlocking improved market access bagi sekitar 30 persen ekspor AS ke China.
Berdasarkan daftar Gedung Putih yang dilaporkan The Business Times, China berencana memangkas bea masuk untuk produk pertanian AS seperti jagung, gandum, sorgum, daging, susu, minyak nabati, dan bungkil nabati tanpa menyertakan kedelai. Beijing juga berencana mengurangi pungutan atas ikan dan seafood, kayu gelondongan, produk kayu, kosmetik, serta peralatan medis dari AS.
Pada daftar lainnya, Washington memberikan pemangkasan tarif timbal balik untuk peralatan rumah tangga kecil asal China, seperti pembuat kopi, pemanggang roti, peralatan makan, selimut, dan sprei. Daftar tersebut juga mencakup mainan, kembang api, bunga tiruan, lampu pohon Natal, dekorasi hari libur lainnya, hingga kursi keselamatan mobil khusus anak.
2. Perpanjangan gencatan perdagangan hingga awal 2027

ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale) Kementerian Perdagangan China mengumumkan pada Senin (28/9/2026) mengenai perpanjangan masa jeda tarif selama dua bulan hingga 10 Januari 2027. Perpanjangan ini memberikan ruang bagi kedua pihak untuk mengevaluasi pengaturan yang sedang berjalan dalam menyelesaikan isu ekonomi dan perdagangan, sekaligus mempertimbangkan langkah lanjutan.
Pihak kementerian menyatakan, perpanjangan jeda tersebut menyediakan relatively stable and predictable policy environment bagi kerja sama perusahaan serta kelanjutan diskusi aktif. Kedua negara akan mengadakan pembicaraan rutin terkait peluang dan hambatan investasi, meningkatkan transparansi kebijakan, serta merespons kekhawatiran para pelaku usaha.
Di tengah pengumuman tersebut, bursa saham di China dilaporkan \jatuh tajam pada Senin (28/9/2026) karena investor memiliki sedikit rincian konkret untuk disambut baik dari hasil pertemuan serta ketegangan mendasar kembali mengemuka. Saham sektor teknologi merosot akibat dorongan bipartisan AS untuk melarang komponen asal China di pusat data, hingga menekan indeks saham unggulan turun lebih dari dua persen ke level terendah dalam satu tahun.
3. Komitmen pembelian produk pertanian dan batu bara

ilustrasi petani (pexels.com/Zen Chung) Pemilihan produk oleh China tampak dirancang untuk membantu memenuhi apa yang disebut Gedung Putih sebagai komitmen pembelian barang pertanian AS senilai 17 miliar dolar AS atau setara Rp304,45 triliun. Beijing sendiri telah melanjutkan pembelian kedelai AS dalam skala besar berdasarkan perjanjian tahun lalu dengan volume 25 juta ton setiap tahunnya.
Kedua negara juga sepakat membentuk kelompok kerja pertanian di bawah dewan perdagangan yang akan menggelar pertemuan pertama sebelum akhir tahun 2026. Pertemuan kelompok kerja ini direncanakan membahas regulasi serta akses pasar dua arah untuk sektor pertanian.
Rilis Gedung Putih menunjukkan kesepakatan bagi China untuk mengimpor batu bara AS sebanyak 10 juta ton per tahun pada 2027 dan 2028, atau sekitar 2 persen dari total impor batu bara tahunan negara itu. Sementara itu, gas alam cair (LNG) dan minyak tidak dimasukkan ke dalam daftar komoditas kesepakatan tersebut.
Terkait kesepakatan tersebut, Kementerian Perdagangan China menyatakan, "Impor batu bara AS bukan hanya merupakan pelengkap yang bermanfaat bagi pasar batu bara domestik China, tetapi juga membawa pendapatan ekonomi dan lapangan kerja yang stabil bagi industri batu bara AS".
4. Dialog kecerdasan buatan dan perizinan sektor keuangan

ilustrasi AI (pexels.com/Aerps.com) Pada sektor artificial intelligence atau akal imitasi (AI), kedua pihak menyepakati pembentukan saluran komunikasi untuk penanganan insiden. Kedua negara dijadwalkan menggelar dialog tindak lanjut mengenai AI sebelum akhir November 2026.
Pemerintah China juga menyatakan akan memeriksa dan menyetujui izin lembaga jasa keuangan asing, termasuk yang didanai modal AS, untuk menjalankan usaha dan membuka kantor cabang di negaranya. Selain sektor keuangan, kementerian perdagangan menyatakan komunikasi lanjutan akan terus berjalan mengenai penambahan penerbangan antara China dan AS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















