Jakarta, IDN Times - Ekonom menilai cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan di tengah upaya Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, ekonom menilai intervensi di pasar valuta asing (valas) tidak bisa menjadi satu-satunya instrumen yang diandalkan bank sentral untuk meredam tekanan terhadap rupiah.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan berkurangnya cadangan devisa memang tidak terlepas dari langkah intervensi yang dilakukan BI di pasar keuangan.
"Iya, cadangan devisa memang berkurang karena intervensi yang dilakukan oleh BI. Namun dalam situasi seperti sekarang, intervensi tidak bisa menjadi satu-satunya instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah," ujar Yusuf kepada IDN Times, Jumat (12/6/2026).
