ilustrasi laporan keuangan, finance report, financial report (vecteezy.com/Sirichai Puangsuwan)
Sementara itu, dari sisi pendanaan, RAJA juga tengah menawarkan obligasi dan sukuk wakalah dengan target penghimpunan dana Rp1,55 triliun. Hingga saat ini, indikasi permintaan investor terhadap instrumen tersebut telah mencapai sekitar Rp1,20 triliun.
Perseroan melaksanakan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026 dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Rukun Raharja Tahap I Tahun 2026.
Nilai penerbitan obligasi mencapai Rp1,01 triliun, sedangkan sukuk wakalah sebesar Rp191,6 miliar. Kedua instrumen tersebut diterbitkan dengan skema penjaminan kesanggupan penuh (full commitment).
Obligasi dan sukuk ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan tingkat kupon atau imbal hasil 8,50 persen per tahun. Sementara Seri B memiliki tenor lima tahun dengan tingkat kupon atau imbal hasil 9 persen per tahun.
Dari sisi peringkat, obligasi RAJA memperoleh peringkat idA+, sedangkan sukuk wakalah memperoleh peringkat idA+(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Masa penawaran umum berlangsung pada 30 Oktober hingga 4 November 2026. Adapun pencatatan kedua instrumen di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 11 November 2026.
Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk pelunasan dipercepat sejumlah fasilitas pinjaman bank perseroan dan anak usaha serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Memasuki kuartal IV 2026, RAJA memprioritaskan pemulihan volume penjualan gas, penyelesaian proyek infrastruktur energi, dan optimalisasi kontribusi portofolio investasi. Perseroan berharap kombinasi pertumbuhan organik dan ekspansi terukur dapat memperkuat fundamental bisnis serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.