Harga Minyak Dunia Turun 6 Persen Imbas Diplomasi AS dan Iran

- Harga minyak dunia turun sekitar 6 persen setelah diplomasi AS-Iran meredakan kekhawatiran gangguan pengiriman dari Teluk; Brent sempat menyentuh 105,55 dolar AS per barel.
- Penurunan minyak memicu harapan tekanan inflasi global mereda, menekan imbal hasil obligasi Inggris, serta mengangkat saham maskapai seperti IAG dan United Airlines.
- Iran dan AS melanjutkan komunikasi melalui mediator Qatar; Iran mengaitkan pembukaan Selat Hormuz dengan penghentian blokade laut AS, sementara OPEC+ mempertahankan target produksi Desember.
Jakarta, IDN Times - Harga minyak mentah dunia turun sekitar 6 persen pada Senin (2/11/2026). Penurunan ini terjadi saat upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran meredakan kekhawatiran atas gangguan lanjutan terhadap pengiriman minyak dari kawasan Teluk.
Minyak mentah patokan internasional Brent merosot hingga menyentuh 105,55 dolar AS atau setara Rp1,91 juta (kurs Rp18.148) per barel, yang merupakan level terendah sejak 16 Oktober 2026. Pelemahan harga minyak ini berlangsung setelah Teheran mengungkapkan bahwa kontak antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang delapan bulan mereka masih terus berlanjut.
1. Pergerakan harga minyak mentah dan dampaknya pada pasar keuangan

ilustrasi kilang minyak (unsplash.com/Jakub Pabis) Minyak patokan internasional Brent tercatat turun 6,90 dolar AS atau setara Rp125.221, atau sekitar enam persen, ke posisi 106,50 dolar AS atau setara Rp1,93 juta per barel pada pukul 14.00 GMT. Sementara itu, minyak patokan Amerika Serikat, West Texas Intermediate, turun 6,25 dolar AS atau setara Rp113.425, atau enam persen, menjadi 97,87 dolar AS atau setara Rp1,77 juta per barel. Penurunan terdalam Brent hingga menyentuh 105,55 dolar AS pada perdagangan intraday tersebut tercatat anjlok lebih dari 6,5 persen di tengah menguatnya harapan akan terobosan untuk mengakhiri perang Iran.
Penurunan harga minyak tersebut memicu harapan akan meredanya tekanan inflasi yang mencengkeram perekonomian global. Biaya pinjaman pemerintah turun, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun Inggris berkurang 10 poin basis atau 0,1 poin persentase ke level terendah sejak 22 September 2026.
Dilansir The Guardian, penurunan harga minyak ini turut mendorong penguatan saham maskapai penerbangan, dengan kenaikan saham induk British Airways, IAG, sebesar 4,2 persen di London dan United Airlines melonjak 7 persen di New York. Kepala Analis Pasar di platform investasi dan perdagangan IG Chris Beauchamp menyatakan bahwa pergerakan ini menjadi sentimen positif bagi bursa saham yang sebelumnya tertekan oleh kenaikan harga minyak.
"Berita ini bagaikan anugerah dari langit bagi pasar saham, yang semakin tertekan akibat kenaikan harga minyak, namun tentu saja masih ada risiko bahwa Trump akan mencoba mengambil langkah terakhir yang berisiko setelah pemilu sela," kata dia.
2. Komunikasi diplomatik Iran dan syarat pembukaan Selat Hormuz

Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons) Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah menyetujui langkah pemerintahnya untuk mengupayakan pembicaraan guna mengakhiri konflik, menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Senin (2/11/2026) mengatakan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi telah melakukan perjalanan ke Doha untuk bertukar pesan dengan Washington melalui mediator Qatar. Laporan lain pada hari yang sama menyebutkan investor menyambut kabar bahwa Mojtaba Khamenei memberikan wewenang kepada pemerintahnya dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Baghaei menyampaikan bahwa proposal Iran mengaitkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan penghentian blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran. Selama akhir pekan, para pejabat Qatar berupaya menegosiasikan pembebasan lebih dari 6 miliar dolar AS atau setara Rp108,89 triliun aset Iran. Negosiasi pencairan aset tersebut diupayakan agar Teheran dapat mengizinkan Selat Hormuz dibuka kembali.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pembicaraan melalui perantara berlangsung intensif. "Konsultasi melalui mediator sangat intensif. Kami telah menyampaikan kondisi dan proposal kami dan semuanya bergantung pada rasionalitas politik Washington," ujar dia.
3. Pernyataan pejabat Amerika Serikat dan keputusan produksi OPEC+

Gedung Putih, Washington D.C. (unsplash.com/Tabrez Syed) Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance melaporkan pada Senin (2/11/2026) bahwa telah terjadi sejumlah percakapan yang baik dengan pihak Iran. Dia menyatakan merasa optimis mengenai prospek penyelesaian melalui negosiasi. Pekan lalu, Vance telah mengirimkan surat kepada Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei, tetapi Gedung Putih hanya memberikan sedikit rincian mengenai isi korespondensi tersebut.
Presiden Donald Trump sebelumnya sempat menyampaikan nada keras kepada pemilih di Iowa pada Minggu (1/11/2026) menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Trump menyatakan Iran akan menerima 'palu' kecuali jika ada kemajuan, dengan mengatakan, "Satu-satunya alasan mengapa saya belum selesai dengan Iran adalah saya ingin bersikap baik. Saya ingin mencoba dan menyelamatkan semua nyawa itu jika saya bisa... Tetapi pada titik tertentu kita harus memberi mereka palu itu".
Namun, media Axios melaporkan Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui panggilan telepon bahwa dia ingin memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan serangan ke Iran.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio pada Sabtu (31/10) mengatakan bahwa Trump lebih memilih resolusi diplomatik dan belum memutuskan mengenai serangan lebih lanjut. Secara terpisah, tujuh produsen OPEC+ sepakat pada Minggu (1/11/2026) untuk mempertahankan target produksi minyak mereka tidak berubah untuk Desember 2026. Kesepakatan tersebut memperpanjang jeda peningkatan produksi yang telah dimulai sejak Oktober 2026.







![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)
![[QUIZ] Mail vs Tuan Krab, Mana Gaya Pebisnis yang Cocok dengan Kepribadianmu?](https://image.idntimes.com/post/20250802/krab33_0397588c-643d-4f3f-9a0f-b058af64ff91.jpeg)











