Apple Catat Rekor Pendapatan Q4 Sebesar 114,5 Miliar Dolar AS

- Apple mencatat pendapatan kuartal IV fiskal 2026 sebesar 114,5 miliar dolar AS, naik 11,7 persen secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 11,8 persen menjadi 30,71 miliar dolar AS.
- iPhone menghasilkan 57,58 miliar dolar AS dan Services mencetak rekor 31,57 miliar dolar AS; penjualan Mac melonjak, sedangkan iPad serta wearables, rumah, dan aksesori menurun.
- Apple membukukan pendapatan fiskal 2026 sebesar 478,83 miliar dolar AS; perusahaan menaikkan harga sejumlah iPhone dan MacBook, sementara pasokan iPhone Duo masih terbatas.
Jakarta, IDN Times - Apple melaporkan pendapatan kuartal IV tahun fiskal 2026 sebesar 114,5 miliar dolar AS atau setara Rp2.077,95 triliun (kurs Rp18.148) pada Senin (2/11/2026). Capaian kuartal ini naik 11,7 persen secara tahunan yang didorong oleh lonjakan pendapatan iPhone serta rekor tertinggi sepanjang masa pada divisi Services.
Dilansir Xinhua, laba bersih perseroan untuk periode yang berakhir pada 26 September 2026 juga meningkat 11,8 persen menjadi 30,71 miliar dolar AS atau setara Rp557,33 triliun. Realisasi pendapatan kuartal ini melampaui estimasi para analis yang memperkirakan angka 113,39 miliar dolar AS atau setara Rp2.057,80 triliun menurut data Reuters.
Table of Content
1. Kinerja penjualan produk perangkat keras dan divisi layanan

iPhone 18 Pro (dok. Apple) Pendapatan bisnis iPhone Apple mencapai 57,58 miliar dolar AS atau setara Rp1.044,96 triliun, melampaui estimasi analis sebesar 56,54 miliar dolar AS atau setara Rp1.026,09 triliun. Angka penjualan iPhone tersebut mencakup delapan hari penjualan seri iPhone 18 Pro dan mengecualikan varian iPhone Duo karena baru tiba di gerai-gerai setelah kuartal berakhir, menurut laporan CNBC.
Sementara itu, pendapatan lini komputer Mac melonjak 23,7 persen menjadi 10,79 miliar dolar AS atau setara Rp195,82 triliun, melampaui perkiraan analis senilai 9,61 miliar dolar AS atau setara Rp174,40 triliun. Sebaliknya, pendapatan dari segmen iPad turun 10,4 persen menjadi 6,23 miliar dolar AS atau setara Rp113,06 triliun dan berada di bawah estimasi analis sebesar 6,70 miliar dolar AS atau setara Rp121,59 triliun.
Penjualan kategori perangkat wearables, perlengkapan rumah, dan aksesori juga menyusut 7,9 persen menjadi 8,3 miliar dolar AS atau setara Rp150,63 triliun. Di sisi lain, lini Services membukukan rekor tertinggi sepanjang masa dengan meraup pendapatan 31,57 miliar dolar AS atau setara Rp572,93 triliun.
2. Capaian laba operasional dan pembagian dividen pemegang saham

Apple Store (unsplash.com/Alston Chia) Laba operasional Apple naik 9,9 persen menjadi 35,63 miliar dolar AS atau setara Rp646,61 triliun dari periode setahun sebelumnya sebesar 32,43 miliar dolar AS atau setara Rp588,54 triliun. Laba per saham dilusian perseroan tercatat mencapai 2,10 dolar AS atau setara Rp38.110, berada di atas ekspektasi analis sebesar 1,99 dolar AS atau setara Rp36.114. Perolehan laba per saham tersebut mencakup keuntungan 0,05 dolar AS atau setara Rp907 dari pengembalian tarif, sementara margin laba kotor tercatat 47,9 persen.
"Apple mencatatkan rekor kuartal September untuk laba bersih dan EPS," kata CFO Apple Kevan Parekh dalam sebuah pernyataan resmi.
Perusahaan menghasilkan arus kas operasional senilai 28 miliar dolar AS atau setara Rp508,14 triliun serta mengembalikan 28 miliar dolar AS atau setara Rp508,14 triliun kepada pemegang saham. Dewan direksi Apple menetapkan dividen tunai sebesar 0,27 dolar AS atau setara Rp4.900 per saham yang akan dibayarkan pada 16 November 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 12 November 2026. Sementara itu, saham Apple dilaporkan nyaris tidak bergerak pada perdagangan after-hours.
3. Penyesuaian harga perangkat dan kendala pasokan iPhone Duo

iPhone Duo (dok. Apple) Apple menaikkan harga pada beberapa model iPhone dan MacBook di tengah kenaikan biaya cip memori. CEO Apple John Ternus menjelaskan dinamika biaya komponen tersebut saat diwawancarai oleh Reuters.
"Kami memang mencatat kenaikan biaya memori dibandingkan dengan kuartal Juni, yang sebagian diimbangi oleh keuntungan dari persediaan yang ada serta penurunan biaya pada beberapa komponen non-memori," kata John Ternus. "Kenaikan harga ini memberikan sedikit penyeimbang," katanya.
Ternus turut menyampaikan bahwa rantai pasokan iPhone Duo saat ini masih tertinggal di belakang permintaan pasar. "Pasokan Duo terbatas per hari ini," ujar Ternus.
Dia menjelaskan, persentase yang sangat kecil dari unit iPhone Duo dikembalikan karena masalah layar dan Apple sedang menukarnya dengan unit baru, sembari menambahkan bahwa perusahaan belum dapat memprediksi kapan pasokan dan permintaan akan mencapai titik seimbang.
4. Rincian pendapatan regional dan hasil tahun fiskal 2026

ilustrasi mata uang dolar AS (pexels.com/Pixabay) Berdasarkan pembagian wilayah, pendapatan Apple di kawasan China Raya naik 21,02 persen secara tahunan menjadi 17,54 miliar dolar AS atau setara Rp318,32 triliun. Kawasan benua Amerika membukukan pendapatan sebesar 48,68 miliar dolar AS atau setara Rp883,44 triliun, sementara pasar Eropa menyumbang 32,01 miliar dolar AS atau setara Rp580,92 triliun. Ternus menyampaikan bahwa perseroan membukukan rekor kuartal September untuk total pendapatan dan penjualan iPhone.
Secara keseluruhan pada tahun fiskal 2026, Apple mencatat rekor pendapatan sebesar 478,83 miliar dolar AS atau setara Rp8.689,81 triliun dengan laba bersih 132,18 miliar dolar AS atau setara Rp2.398,80 triliun. Dilansir Quartz, pada kuartal sebelumnya, perusahaan membukukan pendapatan 109,4 miliar dolar AS atau setara Rp1.985,39 triliun pada kuartal terakhir di bawah kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO. John Ternus kemudian resmi mengambil alih tongkat kepemimpinan sebagai CEO Apple pada 1 September 2026.








![[QUIZ] Dari Bisnis Upin & Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)
![[QUIZ] Mail vs Tuan Krab, Mana Gaya Pebisnis yang Cocok dengan Kepribadianmu?](https://image.idntimes.com/post/20250802/krab33_0397588c-643d-4f3f-9a0f-b058af64ff91.jpeg)









