Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Surat Utang RI Masih Digemari Asing?

2 min read
CEK FAKTA: Surat Utang RI Masih Digemari Asing?
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Pada kuartal III-2026, arus modal asing keluar US$0,08 miliar terutama dari pasar modal, menekan pergerakan IHSG.

  • Hingga 23 Oktober 2026, investasi asing kembali masuk US$0,04 miliar, terutama ke SBN dan SRBI; total net inflow portofolio sejak Januari mencapai US$13,23 miliar.

  • Pembelian bersih asing pada SBN kuartal III mencapai Rp28,79 triliun, sementara saham mengalami net sell Rp10,24 triliun dan IHSG terkoreksi 29,79 persen secara tahunan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) melaporkan pada kuartal III-2026 terjadi arus modal keluar dari investor asing senilai 0,08 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp1,43 triliun (kurs Rp17.877 per dolar AS pada akhir September 2026).

Arus dana keluar itu sebagian besar berasal dari pasar modal, yang menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Adapun nilai investasi portofolio asing juga mencakup investasi pada surat utang. Menurut Kementerian Keuangan (Kemenkeu), instrumen surat utang justru masih digandrungi investor asing. Bagaimana faktanya?

  1. 1. Surat utang RI masih diincar investor asing

    Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi obligasi (IDN Times/Aditya Pratama)

    Melihat data Bank Indonesia (BI), pada kuartal IV-2026, tepatnya sampai 23 Oktober 2026, arus modal asing mulai masuk ke Indonesia sebesar 0,04 miliar dolar AS atau setara Rp722,76 miliar (kurs Rp18.069 per dolar AS pada 23 Oktober 2026).

    Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengatakan, arus modal masuk itu utamanya berasal dari investasi pada surat utang, tepatnya Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

    SBN adalah surat utang negara yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan SRBI adalah surat utang yang diterbitkan BI.

    “Dengan perkembangan tersebut maka aliran investasi portfolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026, tercatat net inflow sebesar 13,23 miliar dolar AS,” tutur Destry dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

  2. 2. Menkeu sebut SBN masih digemari investor asing

    Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Data BI diperkuat dengan pernyataan dari Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara. Dia mengatakan, pada kuartal III-2026, pembelian bersih investor asing pada SBN mencapai Rp28,79 triliun, naik 3,28 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

    “Kita lihat pasar SBN cukup resilient di tengah volatilitas pasar keuangan global. Pada triwulan III-2026, kepercayaan investor global terhadap SBN domestik masih relatif tinggi,” tutur Suahasil.

  3. 3. Berbeda dengan kondisi di pasar modal

    Ilustrasi saham (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi saham (IDN Times/Arief Rahmat)

    Bagaimana dengan kondisi di pasar modal? Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 30 September 2026 ditutup pada level 6.071,14, terkoreksi -29,79 persen secara year on year (yoy).

    Sepanjang kuartal III-2026, investor asing membukukan penjualan bersih alias net sell sebesar Rp10,24 triliun.

    Melihat data-data tersebut, maka benar bahwa surat utang Indonesia masih diincar investor asing. Namun, tidak dengan saham Tanah Air yang masih mengalami tekanan.

Related Articles

See More