Jakarta, IDN Times - Tarif listrik ditentukan oleh faktor yang bervariasi di setiap negara. Misalnya, kebijakan energi, stok bahan bakar, pajak, infratsruktur dan lainnya.
Mengutip Visual Capitalist dengan merujuk data GlobalPetrolPrice, daftar negara dengan rata-rata tarif listrik rumah tangga periode 2023 hingga 2026, menunjukkan perbedaan mencolok antara negara yang memberikan subsidi atau memiliki sumber energi melimpah, dengan negara tanpa subsidi dan sumber terbatas.
Negara-negara di kawasan Eropa membayar tarif listrik rumah tangga tertinggi di dunia. Hal ini terjadi karena tagihan listrik di negara Eropa mencakup pajak, pungutan lingkungan, biaya tambahan untuk energi hijau, dan pemeliharaan jaringan listrik.
Selain Eropa, negara kepulauan seperti Bermuda, Kepulauan Cayman, Bahama, Barbados, dan Cape Varde juga masuk dalam daftar negara dengan tarif listrik termahal di dunia lantaran banyak negara kepulauan harus mengimpor energi untuk listrik. Biaya transportasi, jumlah pelanggan sedikit, dan skala ekonomi yang terbatas mempengaruhi tingginya tagihan listrik, membuat rumah tangga lebih rentan terhadap fluktuasi harga energi global.
