Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Dirikan Anak Usaha buat Proyek WTE

Danantara Dirikan Anak Usaha buat Proyek WTE
Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • Danantara melalui Danantara Investment Management resmi membentuk BUMN baru bernama PT Daya Energi Bersih Nusantara (DENERA) pada 1 April 2026 untuk mengelola proyek Waste-to-Energy (WtE).
  • DENERA akan memegang saham dan mengelola operasional seluruh proyek PSEL di bawah Danantara, sekaligus berperan sebagai perusahaan pengelola sampah terintegrasi dari hulu hingga hilir.
  • Proyek WtE senilai Rp2,5–Rp2,8 triliun akan dimulai di Bali, Bogor, dan Bekasi dengan delapan perusahaan pemenang tender asal China, Prancis, dan Jepang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui Danantara Investment Management (DIM) mendirikan anak usaha, yakni PT Daya Energi Bersih Nusantara atau DENERA.

DENERA dibentuk untuk mengelola proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).

“Daya Energi Bersih Nusantara ini adalah perusahaan yang baru dibentuk oleh Danantara Investasi Manajemen di 1 April 2026 kemarin yang memiliki fokus untuk menjalankan program PSEL,” kata Lead of Waste-to-Energy/Director of Investment at Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman dalam media briefing di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).

1. Memegang saham Danantara di proyek WTE

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02.jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Fadli menjelaskan, setiap proyek WTE yang dibangun, ada perusahaan penyedia teknologi yang membentuk konsorsium sebagai pemegang saham proyek sebesar 70 persen. Kemudian, 30 persen saham masing-masing proyek WTE dikantongi oleh Danantara.

Adapun kepemilikan Danantara di proyek WTE ditetapkan melalui DENERA.

“Dan nanti Daya Energi Bersih Nusantara inilah atau kami singkat DENERA yang memegang dari sisi saham dan juga dari sisi operasional dan pengelolaan untuk seluruh PSEL di bawah Danantara Investment,” ujar Fadli.

2. DENERA bakal jadi perusahaan pengelola sampah terintegrasi

Salah satu lokasi di TPST Bantargebang, Bekasi. (IDN Times/Imam Faisha
Salah satu lokasi di TPST Bantargebang, Bekasi. (IDN Times/Imam Faisha

Secara umum, DENERA dibentuk sebagai perusahaan pengelola sampah terintegrasi. Selain mengelola proyek WTE, DENERA juga akan terlibat dalam perbaikan proses pengelolaan sampah di Indonesia.

“Jadi nanti kita juga akan bergerak memperbaiki pengelolaan sampah, ke hulunya juga, ke TPSR, TPS3R, TPST, dan sebagainya,” ucap Fadli.

3. Nilai investasi proyek WTE mencapai Rp2,8 triliun

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Proyek WTE sendiri akan diawali di Bali, Bogor, dan Bekasi. Ada delapan perusahaan yang memenangkan tender dari 24 perusahaan dalam daftar penyedia teknologi (DPT).

Dari delapan perusahaan pemenang tender, sebanyak enam perusahaan berasal dari China, yakni Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, dan Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd. Lalu, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.

Kemudian, dua perusahaan lainnya adalah perusahaan asal Prancis yakni Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd, dan perusahaan asal Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering.

Fadli mengatakan, di setiap proyek WTE, nilai investasinya mencapai Rp2,5 triliun sampai Rp2,8 triliun.

“Jadi investasinya itu berkisar antara Rp2,5 sampai Rp2,8 triliun, karena kapasitasnya cukup besar di beberapa lokasi yang hampir Rp2,8 triliun,” tutur Fadli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More