Data Center Bintan Sold Out, Pemerintah Siapkan Ekspansi

- Seluruh kapasitas data center di KEK Digital Bintan telah terserap, sehingga pemerintah mendorong ekspansi amid meningkatnya permintaan akibat transformasi digital dan pemanfaatan AI.
- Pemerintah menyiapkan pengembangan data center di Bekasi dan Karawang, dengan kapasitas sekitar 600–700 MW serta tambahan nasional sekitar 500 MW dalam dua hingga tiga tahun.
- Airlangga menilai industri digital dan AI dapat menciptakan efek pengganda ekonomi, dengan data berkualitas sebagai fondasi, termasuk untuk mendukung layanan kesehatan dan clinical trial.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - Permintaan pusat data (data center) di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan seluruh kapasitas data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Digital Bintan, Kepulauan Riau, telah terserap dan mendorong pemerintah untuk memperluas kapasitas data center di kawasan tersebut.
Menurut Airlangga, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri data center di kawasan. Peluang tersebut ditopang oleh ketersediaan lahan, listrik, dan air yang menjadi kebutuhan utama dalam operasional data center.
"Sekarang, seluruh dunia sedang balapan untuk mengembangkan industri data center. Kuncinya adalah ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, dan ketersediaan air. Indonesia dilihat memenuhi persyaratan tersebut. KEK Digital di Bintan juga sudah dalam tanda petik sold out, sehingga akan melakukan ekspansi," kata Airlangga dalam acara BIG Downstream Insights 2026, Selasa (6/10/2026).
1. Pengembangan data center menjadi bagian dari transformasi digital

ilustrasi data center (pexels.com/Christina Morillo) Airlangga mengatakan, pengembangan data center menjadi bagian dari transformasi digital yang tengah didorong pemerintah.
Kebutuhan terhadap infrastruktur digital tersebut juga semakin besar seiring meningkatnya pemanfaatan AI di berbagai sektor ekonomi.
2. Pemerintah siapkan sejumlah tempat untuk kembangkan data center

ilustrasi data center BigBox AI (dok. Telkom) Tak hanya mengandalkan Bintan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk mengembangkan industri data center. Airlangga menyebut pengembangan akan diarahkan ke Bekasi dan Karawang dengan kapasitas sekitar 600–700 megawatt (MW).
"Kemudian melakukan ekspansi di wilayah Bekasi, Krawang, yang dekat dengan domestic market, juga direncanakan kapasitasnya sekitar 600-700 MW per hari. Ini secara nasional bisa mendapatkan tambahan sekitar 500 MW dalam dua hingga tiga tahun ke depan," tegasnya.
Dengan lokasi yang strategis, pengembangan data center di kawasan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yang membutuhkan infrastruktur komputasi dengan akses dekat ke pusat aktivitas ekonomi.
3. Pengembangan industri digital bisa berikan efek pengganda ke ekonomi

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern) Airlangga menilai, perkembangan AI tidak hanya meningkatkan kebutuhan terhadap data center, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan industri baru. Pengembangan industri digital tersebut juga dinilai dapat memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.
Namun, pembangunan infrastruktur digital perlu diikuti dengan kesiapan ekosistem pendukung. Salah satunya adalah ketersediaan data yang berkualitas dan kredibel untuk mendukung pengembangan AI.
Menurut Airlangga, kualitas data menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan AI dalam bekerja secara optimal. Karena itu, pemanfaatan data nasional perlu terus diperkuat agar dapat memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor.
Salah satu sektor yang berpotensi mendapat manfaat adalah industri kesehatan. Airlangga melihat data nasional dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan layanan kesehatan, termasuk pelaksanaan clinical trial dengan memanfaatkan teknologi AI.
"Ini kesempatan-kesempatan yang terus didorong pemerintah. Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengajak dunia usaha untuk bersama-sama membangun kesempatan yang ada," kata Airlangga.





















