Data Inflasi Panas, Rupiah Melemah ke Level Rp14.682

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah cukup tajam pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/6/2022).
Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 129 poin ke level Rp14.682 per dolar AS sore ini. Pada penutupan sebelumnya, rupiah berada di level Rp14.553 per dolar.
1. Inflasi AS panas
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah melemah karena dolar AS menguat akibat data inflasi AS yang panas. Selain itu, bank-bank sentral global memiliki rencana menaikan suku bunga acuan sehingga mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga naik ke level tertinggi sejak 9 Mei.
Data inflasi AS Jumat menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS yang dirilis Jumat naik 8,6 persen pada Mei dalam basis tahun-ke-tahun, level tertinggi baru dalam 40 tahun.
“Menambah kekhawatiran investor tentang resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve,” katanya.
2. Kebijakan bank sentral jadi fokus pasar
Ibrahim lebih lanjut mengatakan bahwa upaya bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk mengurangi inflasi akan tetap menjadi fokus minggu ini.
“Federal Reserve dan Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mereka dan ada kemungkinan Swiss National Bank juga akan menaikkan, tetapi sedikit perubahan yang diharapkan dari Bank of Japan,” jelasnya.
3. Faktor pelemahan dalam negeri
Dari dalam negeri, Ibrahim menyebut isu COVID-19 menjadi penekan nilai rupiah. Ia mengatakan pasar memantau perkembangan naiknya jumlah kasus penyakit akibat virus corona (COVID-19) hingga nyaris 100 persen dalam sepekan.
Rata-rata penambahan kasus selama 7 hari hingga Sabtu kemarin tercatat sebanyak 504 kasus, dibandingkan sepekan sebelumnya 262 kasus.
“Secara persentase, rata-rata penambahan kasus tersebut melejit lebih dari 92 persen,” kata Ibrahim.
Dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah kembali melemah 129 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 130 poin. Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim mengatakan mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif.
“Namun ditutup melemah di rentang Rp14.670-Rp14.730,” jelasnya.