DCA Kripto Terkendala Pilih Aset, Investor Bisa Pakai Cara Ini

- Fitur Auto DCA Explore Plans memungkinkan investasi rutin dilakukan berdasarkan pengelompokan aset kripto tertentu
- Hampir 20 ribu pengguna telah menggunakan fitur Auto DCA di platform PINTU
Jakarta, IDN Times - Minat investor terhadap strategi Dollar Cost Averaging (DCA) di aset kripto terus meningkat. Namun, tidak sedikit investor yang masih menghadapi kesulitan dalam menentukan aset yang akan dibeli secara rutin.
DCA adalah strategi investasi dengan membeli aset secara rutin dalam nominal yang sama, tanpa memperhitungkan pergerakan harga.
"Kami melihat masih banyak pengguna mengalami kebingungan dalam menentukan aset yang tepat," kata Head of Product Marketing PT Pintu Kemana Saja Iskandar Mohammad dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (1/1/2026).
1. Investor bisa pakai fitur otomatis

Investor kini memiliki opsi menggunakan fitur Auto DCA Explore Plans yang tersedia di platform PINTU. Fitur tersebut memungkinkan investasi rutin dilakukan berdasarkan pengelompokan aset kripto tertentu, tanpa perlu memilih token satu per satu.
Iskandar menyampaikan, fitur Auto DCA di platform tersebut telah digunakan oleh hampir 20 ribu pengguna untuk menjalankan strategi investasi rutin.
"Kami menyederhanakan proses tersebut dengan menghadirkan kategori agar pengguna dapat berinvestasi rutin dengan lebih terarah,” ujar dia.
2. Investor bisa memilih sejumlah kategorisasi aset

Pengelompokan aset dalam fitur tersebut mencakup sejumlah kategori, mulai dari aset berkapitalisasi pasar besar yang dinilai relatif lebih stabil, token di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), hingga altcoin yang banyak diperdagangkan.
Di tingkat nasional, minat masyarakat terhadap aset kripto masih terjaga. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 19,08 juta orang per Oktober 2025.
Sejalan dengan itu, adopsi strategi investasi rutin juga menunjukkan peningkatan. Data internal PINTU mencatat nilai transaksi Auto DCA tumbuh lebih dari 17 persen pada kuartal III-2025, dengan frekuensi harian dan mingguan menjadi pilihan terbanyak.
"Dengan struktur yang jelas, pengguna dapat menjalankan strategi investasi jangka panjang secara lebih efisien,” ungkap Iskandar.
Fitur DCA otomatis dapat diakses oleh pengguna melalui menu “Nabung Rutin” di aplikasi. Investor dapat menentukan jadwal pembelian, nominal investasi, serta memilih kategori aset sesuai preferensi masing-masing.
3. Investor tetap harus memperhatikan risiko

Iskandar menegaskan, penerapan strategi investasi jangka panjang tetap memerlukan kedisiplinan dan penyesuaian dengan profil risiko investor. Setiap keputusan investasi, menurut dia, sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
"Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi tetap merupakan tanggung jawab investor sesuai profil risiko masing-masing.” kata Iskandar.


















