Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dear Pekerja, Waspada Penipuan SBU Mengatasnamakan Kemnaker
Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri. (dok. Kemnaker)
  • Kemnaker mengingatkan pekerja agar tidak percaya pesan WhatsApp atau DM palsu yang mengatasnamakan BSU, terutama yang meminta NIK maupun data pribadi.
  • Informasi BSU resmi hanya dipantau melalui kanal Kemnaker dan bsu.kemnaker.go.id; pekerja diminta tidak memakai tautan alternatif saat laman belum dapat diakses.
  • Pekerja diminta memeriksa alamat situs, merahasiakan OTP, PIN, dan kata sandi, serta tidak membayar biaya pencairan; jajaran Kemnaker juga diminta mengantisipasi modus penipuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengingatkan pekerja agar tidak mudah percaya pada informasi yang mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)

Dia meminta pekerja tidak mengeklik tautan atau memberikan data pribadi, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada pihak tidak terverifikasi.

"Jangan mudah percaya pada informasi di luar kanal resmi Kemnaker dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas," kata dia, dikutip dari ANTARA, Minggu (25/10/2026).

1. Penipuan BSU bisa melalui pesan berantai atau pesan langsung

ilustrasi penipuan yang bersumber dari file tidak dikenal (dok. BRI)

Indah menjelaskan, penipuan BSU dapat dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp atau pesan langsung (direct message/DM) yang menyertakan tautan palsu. Pekerja diminta harus waspada jika tautan tersebut meminta data pribadi atau menjanjikan pencairan BSU dengan cara yang tidak jelas. Logo Kemnaker yang tercantum pada pesan atau situs juga tidak menjamin keaslian informasi.

Sementara itu, informasi resmi mengenai BSU dapat dipantau melalui kanal komunikasi Kemnaker dan laman bsu.kemnaker.go.id. Jika laman tersebut belum dapat diakses, pekerja diminta menunggu pengumuman resmi dan tidak menggunakan tautan alternatif yang belum terverifikasi.

2. Lindung data pribadi dengan empat langkah

Ilustrasi pekerja mengecek status BSU lewat ponsel. (Unsplash.com/Zulfugar Karimov)

Untuk melindungi data pribadi, pekerja perlu melakukan empat Langkah, yakni:

  1. Periksa alamat situs dengan teliti sebelum mengeklik tautan atau memasukkan data

  2. Jangan memberikan kode OTP, PIN, atau kata sandi kepada pihak lain

  3. Jangan membayar biaya apa pun dengan iming-iming pencairan BSU

  4. Jika ragu, tutup tautan dan periksa informasi melalui kanal resmi Kemnaker.

3. Menaker ingatkan jajaran antisipasi modus penipuan

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli gelar kick-off Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026. (IDN Times/Trio Hamdani)Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli gelar kick-off Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026. (IDN Times/Trio Hamdani)

Indah mengatakan, kewaspadaan diperlukan agar pekerja tidak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan BSU maupun Kemnaker. Dia menyebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi modus penipuan tersebut.

"Bapak Menaker Prof. Yassierli selalu mengingatkan kami untuk mengantisipasi maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan BSU dan Kementerian," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article