Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dicecar DPR, Bos PLN Akui Masalah Suplai Batu Bara buat Pembangkit Listrik
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. (Dok/Istimewa).
  • DPR mendesak PLN menjelaskan penyebab pemadaman bergilir di Sumatra dan Jawa, termasuk durasi pemulihan serta wilayah terdampak yang menimbulkan banyak keluhan masyarakat.
  • Dirut PLN mengakui penurunan produksi batu bara berkalori tinggi menyebabkan gangguan pasokan energi, sementara batu bara berkalori rendah justru meningkat secara signifikan.
  • PLN bekerja sama dengan Kementerian ESDM menambah pasokan batu bara kalori tinggi untuk menstabilkan sistem listrik dan memastikan kebutuhan operasional aman hingga Desember 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XII DPR RI Ramson Siagian mendesak PT PLN (Persero) memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab utama terjadinya pemadaman bergilir yang melanda wilayah Sumatra dan Pulau Jawa.

Dia meminta Direktur Utama (Dirut) PLN Darmawan Prasodjo memaparkan secara rinci mengenai akar permasalahan, durasi pemulihan sistem, serta wilayah terdampak. Itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XII dan PLN, Kamis (2/7/2026).

"Pak Ketua, interupsi. Pak Ketua, interupsi ya. Pak Dirut, tolong dijelaskan sebab-sebab terjadinya pemadaman bergilir atau blackout di Sumatra dan Pulau Jawa. Apa sebabnya? Dan berapa lama prosesnya?" kata Ramson di Jakarta, Kamis.

1. Listrik padam di tengah oversupply energi

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara - Pexels/Loïc Manegarium

Ramson mengungkapkan informasi yang diterimanya menyatakan, gangguan kelistrikan tersebut bukan berasal dari masalah transmisi maupun pembangkit, berbeda dengan insiden yang pernah terjadi di masa lalu.

Dia menekankan banyaknya keluhan masyarakat yang mengalami pemadaman hingga tiga jam. Hal tersebut dianggap janggal karena kondisi kelistrikan nasional saat ini seharusnya berada dalam posisi kelebihan pasokan atau oversupply.

"Padahal setahu saya kita masih oversupply energi listriknya. Tolong dijelaskan, pas tadi Pak Dirut bicara soal pemadaman," tuturnya.

2. PLN akui ada penurunan produksi batu bara kalori tinggi

ilustrasi batu bara (pexels.com/Pixabay)

Darmawan mengakui adanya pergeseran profil produksi batu bara nasional. Porsi batu bara dengan kalori tinggi kini semakin berkurang, sementara produksi batu bara berkalori rendah justru mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

"Kami mengakui secara volume, ini batu bara produksi nasional untuk yang kalori rendah itu dulu adalah persentasenya lebih kecil daripada kalori yang tinggi, dulu. Tetapi sejalan dengan proses waktu, maka produksi batu bara kalori yang rendah itu meningkat, sedangkan produksi batu bara dengan kalori yang menengah dan tinggi semakin menurun," ujar dia.

3. PLN berkoordinasi dengan Kementerian ESDM

Ilustrasi pengiriman batu bara sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan kapal Baruna Power 3301 milik PT PLN Energi Primer Indonesia.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PLN melakukan langkah-langkah dengan menambah pasokan batu bara spesifikasi kalori 4.500 ke atas melalui skema penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai tambahan di luar kontrak eksisting.

Darmawan menyebut kebijakan itu berhasil menstabilkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mengakhiri pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026. PLN pun telah mengamankan jaminan pasokan tambahan tersebut untuk kebutuhan operasional hingga Desember 2026.

"Untuk bulan Juli ini alokasi penugasan dan kontrak yang sudah kami tindak lanjuti berjalan dengan baik, kemudian diikuti juga dengan penugasan untuk bulan Agustus, September, Oktober, November, sampai bulan Desember," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article