Relawan Prabowo Jadi Komisaris BUMN, Puan Soroti Profesionalisme

- Puan Maharani menyoroti pentingnya profesionalisme dan kompetensi dalam penunjukan komisaris BUMN, merespons polemik pengangkatan Ginka Febriyanti sebagai Komisaris PT Pertamina Retail.
- Ginka Febriyanti, berusia 28 tahun dan berlatar belakang relawan BISON pendukung Prabowo-Gibran, resmi menjabat Komisaris Pertamina Retail dengan pendidikan S1 Akuntansi dan S2 Manajemen dari Universitas Esa Unggul.
- COO Danantara Dony Oskaria enggan menanggapi kontroversi tersebut, namun menegaskan fokus pada efisiensi BUMN melalui pengurangan jumlah perusahaan menjadi 250 entitas untuk menghemat hingga Rp50 triliun.
Jakarta, IDN Times - Ketua DPR RI, Puan Maharani menanggapi soal polemik pengangkatan Koordinator Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON), Ginka Febriyanti Ginting menjadi komisaris PT Pertamina Retail. Puan pun menyinggung soal profesionalisme dan kompetensi pengangkatan para pejabat.
"Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya," kata dia dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).
1. Kontroversi dua Komisaris BUMN, Ginka Febriyanti hingga Asisten Raffi

Nama Ginka Febriyanti Ginting dan Mufli Ananda menjadi pembahasan yang kontroversial di media sosial. Dua sosok itu mendapatkan kursi komisaris anak usaha BUMN yang memicu pertanyaan terkait kapabilitas dan rekam jejak manajerial korporasi besar.
Ginka adalah Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare), anak usaha PT Pertamina (Persero). Dia berusia 28 tahun dengan latar belakang Ketua Nasional Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (BISON) Indonesia yang juga dikaitkan dengan relawan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Kemudian, Mufli merupakan asisten pribadi Raffi Ahmad yang diangkat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO.
2. Profil Ginka Febriyanti

Ginka diangkat menjadi Komisaris Pertamina Retail pada Kamis (25/6/2026) lalu. Dikutip dari laman resmi Pertamina Retail, Senin (29/6/2026), Ginka adalah warga Jakarta. Dia mengantongi gelar Sarjana Akutansi Universitas Esa Unggul dan Magister (S2) Manajemen Universitas Esa Unggul.
Berdasarkan informasi yang beredar, Ginka adalah perempuan kelahiran Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, pada 1 Februari 1998.
3. Bos BUMN enggan menjawab

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, enggan mengomentari soal kontroversi tersebut.
Dia hanya menekankan tentang langkah manajerial apa yang tengah dilakukan untuk perbaikan BUMN ke depan melalui Danantara. Salah satunya adalah pemangkasan jumlah BUMN yang sebelumnya melebihi 1.000 entitas akan berkurang menjadi hanya 250 perusahaan. Dengan program itu, diperkirakan negara bisa melakukan efisiensi hingga Rp50 triliun.
“Jadi kurang lebih Rp50 triliun yang akan kita lakukan,” ujar Dony saat ditemui di Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Jakarta Selatan.
Dia juga meminta dukungan semua pihak untuk terus optimistis pada perbaikan yang dilakukan di tubuh BUMN.
“Kita melihat dengan semangat optimisme bahwa ini pasti kita lakukan dengan sesuatu yang baik,” ujar Dony.





















