Apakah BUMN Karya Ikut Garap Sekolah Rakyat? Ini Faktanya

- Proyek Sekolah Rakyat tahap II mencapai rata-rata 70 persen, dengan BUMN karya seperti PT Brantas Abipraya ikut membangun fasilitas pendidikan di Bogor atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum.
- Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Bogor, telah mencapai progres fisik 81,42 persen dan ditargetkan siap beroperasi untuk Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
- Sebanyak 960 tenaga kerja dan 25 personel TNI-AD dilibatkan dalam tahap finishing proyek yang menekankan keselamatan, mutu konstruksi, serta keamanan kawasan perbukitan.
Jakarta, IDN Times - Proyek strategis nasional (PSN) Sekolah Rakyat memasuki pembangunan tahap II. Per awal Juni 2026, perkembangan proyek rata-rata mencapai 70 persen.
Berbagai perusahaan kontraktor dilibatkan oleh pemerintah, termasuk swasta dan yayasan. Lalu, bagaimana dengan BUMN? Adakah BUMN karya yang dilibatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat? Berikut faktanya.
1 Brantas Abipraya bangun Sekolah Rakyat di Bogor

Benar bahwa BUMN karya turut terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat. Salah satunya adalah PT Brantas Abipraya (Persero). Perusahaan itu membangun Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Proyek strategis yang dibangun atas penugasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu ditargetkan siap beroperasi pada bulan ini untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
“Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo dikutip Kamis, (2/7/2026).
2. Pembangunan capai 81 persen

Sekolah Rakyat di Desa Sipak itu dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare dengan kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan pendidikan terpadu ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kehadiran panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan memberikan suasana belajar yang nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Brantas Abipraya menggenjot penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor itu. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen, dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).
“Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucap Dian.
3. Libatkan 960 tenaga kerja

Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan optimal, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan. Pembangunan proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja, serta mendapat dukungan 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP).
“Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing,” tutur Dian.






















