Dirjen Pajak: Pegawai yang Ambil Hak Rakyat Jadi Ahli Neraka!

- Dirjen pajak tekankan pentingnya integritas dan kejujuran
- Jaga kepercayaan dari masyarakat
- Drjen Pajak minta seluruh pegawai pajak hindari praktik korupsi
Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto menilai pajak merupakan 'uang Tuhan' yang diberikan kepada masyarakat dengan kemampuan lebih untuk disalurkan kembali kepada yang membutuhkan melalui mekanisme fiskal negara. Konsep ini menjadi dasar dari prinsip redistribusi kekayaan dan pendapatan negara.
"Itu dinamakan redistribution of wealth. Ketika ahli pajak yang dipercaya oleh negara mengambil hak itu untuk rakyat yang membutuhkan melalui mekanisme fiskal, itu halal, sah-sah saja. Akan tetapi ketika dia mengambil bagian itu untuk diri pribadinya, maka sudah pasti ahli pajak tadi adalah ahli neraka, ahli neraka. Itu ditulis secara jelas dalam sebuah hadist di kepercayaan saya," kata Bimo dalam acara Perayaan Natal DJP di Jakarta, dikutip Senin (12/1/2026).
1. Dirjen pajak tekankan pentingnya integritas dan kejujuran

Bimo menegaskan pentingnya integritas, kejujuran, serta kesehatan mental pegawai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan keberlangsungan organisasi. Nilai-nilai tersebut dianggap tidak hanya relevan dalam kehidupan pribadi tetapi juga krusial dalam lingkungan kerja DJP sebagai institusi pelayanan publik.
Ia mengibaratkan keluarga yang sehat dibangun atas dasar saling percaya, saling menjaga, saling mengingatkan dan saling menguatkan. Namun, kepercayaan bukan hal yang mudah diwujudkan karena kejujuran menjadi perekat utamanya.
"Kejujuran itu inti dari kepercayaan. Sekali seseorang tidak jujur, akan sangat sulit untuk membangun kembali kepercayaan tersebut," ujarnya.
2. Jaga kepercayaan dari masyarakat

Ia menekankan nilai-nilai tersebut seharusnya dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga di rumah tangga masing-masing pegawai, sebelum kemudian tercermin dalam kehidupan organisasi. DJP diharapkan menjadi ruang yang aman secara psikologis bagi seluruh pegawai, terbuka untuk dialog, adil dalam pelakuan dan menjunjung tinggi integritas.
"Di dalam dunia kerja ruang publik, menyelamatkan berarti menjaga integritas institusi. Menyelamatkan berarti menjaga kepercayaan dari masyarakat," ujarnya
3. Drjen Pajak minta seluruh pegawai pajak hindari praktik korupsi

Bimo mengajak seluruh pegawai DJP untuk berikrar meninggalkan praktik-praktik tidak benar dan menjaga institusi sebagai rumah bersama, terutama di tengah berbagai perubahan besar yang terjadi di tubuh DJP dalam beberapa bulan terakhir.
"Tolong kita sama-sama berikrar mulai hari ini. Kita tinggalkan yang tidak benar, tidak benar itu; kita jaga rumah besar kita," ucapnya.
Bimo berharap tidak ada lagi pegawai pajak yang terlibat kasus korupsi. Hal ini menanggapi tiga pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara yang baru ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
"Saya sudah sering sekali memberikan sharing kepada rumah besar kita, bahwa jagalah keluarga kita. Jangan sampai hal-hal seperti yang terjadi. Dari Jumat (9/1) malam kemarin, saya sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri dan Ketua KPK. Itu tidak perlu terulang lagi, seharusnya," kata Bimo.

















