Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dony Oskaria Bakal Pangkas 21 Anak Usaha PLN!
Rapat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Direksi PT PLN (Persero), Selasa (2/6/2026). (Dok. BP BUMN)
  • Dony Oskaria menargetkan pemangkasan 21 anak usaha PLN hingga 2028 untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus serta terintegrasi.
  • PLN menjalankan strategi konsolidasi, divestasi, dan restrukturisasi portofolio bisnis guna memperkuat kinerja perusahaan serta mendukung keandalan pasokan listrik nasional.
  • Sebanyak 1.634 proyek dalam RUPTL 2025-2034 telah dieksekusi, termasuk penguatan sistem kelistrikan Sumatra melalui pembangunan jaringan transmisi dan peningkatan kapasitas pembangkit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dony mau mengurangi banyak anak perusahaan PLN, katanya ada 21 yang mau digabung atau diubah supaya kerja listrik jadi lebih rapi dan cepat. Katanya ini sampai tahun 2028. PLN juga lagi bikin banyak proyek listrik, sudah ribuan yang jalan. Di Sumatra, mereka perbaiki kabel dan mesin supaya lampu tidak sering mati lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah perampingan 21 anak usaha PLN yang dipimpin Dony Oskaria mencerminkan upaya serius untuk memperkuat efisiensi dan tata kelola perusahaan. Melalui konsolidasi, restrukturisasi, serta percepatan proyek-proyek dalam RUPTL, PLN menunjukkan komitmen terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus memperkuat infrastruktur energi di berbagai wilayah, termasuk penguatan jaringan listrik Sumatra.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria akan memangkas 21 anak usaha PT PLN (Persero).

Proses perampingan grup PLN itu ditargetkan berlangsung sampai 2028. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony dikutip dari keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

1. PLN bakal lakukan divestasi dan restrukturisasi portofolio bisnis

Rapat Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria dengan Direksi PT PLN (Persero), Selasa (2/6/2026). (Dok. BP BUMN)

Dalam rapat bersama Direksi PLN pada Selasa, (2/6) kemarin, Dony mengatakan PLN akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja perusahaan dan mendukung keandalan pasokan listrik nasional.

Proses perampingan anak usaha PLN itu akan dilakukan melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur usaha.

2. PLN garap 1.634 proyek yang masuk dalam RUPTL

PLTU Suralaya menyumbang 10 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa, Madura dan Bali dengan kapasitas Daya Mampu Netto (DMN) dan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 3.221,6 MW. (dok. PLN)

Selain transformasi korporasi, PLN juga melaporkan perkembangan implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPLT) 2025-2034.

Dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.

3. Penguatan listrik Sumatra juga dibahas

Konferensi pers hasil investigasi blackout di Sumatra oleh Polri, Senin (25/5/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang terjadi di Sumatra. PLN terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem guna meningkatkan keandalan pasokan listrik.

Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, termasuk penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatra, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah untuk memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan di masa mendatang.

Editorial Team

Related Article