Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPK Korporasi Melonjak, Simpanan Individu Makin Tergerus
Ilustrasi cadangan devisa. (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Struktur DPK perbankan awal 2026 bergeser ke korporasi dan nasabah kaya; DPK swasta tumbuh 13,98 persen, BUMN 18,31 persen, BUMD 18,30 persen, sementara individu hanya 3,11 persen.
  • Simpanan di atas Rp5 miliar tumbuh 21,4 persen secara tahunan pada Mei 2026, melampaui pertumbuhan total simpanan 13,4 persen dan seluruh kelompok saldo lebih kecil.
  • Rekening di atas Rp5 miliar menguasai 58,3 persen total DPK pada Mei 2026, sedangkan porsi rekening hingga Rp100 juta turun menjadi 11,1 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Komposisi dana pihak ketiga perbankan Indonesia bergeser: simpanan korporasi dan rekening di atas Rp5 miliar tumbuh lebih cepat, sementara pertumbuhan serta porsi simpanan individu lebih rendah dan menyusut.
  • Who?
    Nasabah korporasi swasta, BUMN, BUMD, individu, pemilik rekening di atas Rp5 miliar, serta Lembaga Penjamin Simpanan yang mencatat perkembangan nominal simpanan.
  • Where?
    Di sektor perbankan Indonesia, dengan data simpanan dan dana pihak ketiga yang dilaporkan untuk kondisi nasional.
  • When?
    Perubahan pertumbuhan DPK tercatat pada April 2026, sedangkan data simpanan berdasarkan nominal rekening dan pangsa DPK tercatat pada Mei 2026.
  • Why?
    Permintaan dari segmen korporasi diperkirakan tumbuh selektif dan berkontribusi pada kelebihan likuiditas korporasi yang ditempatkan dalam dana pihak ketiga perbankan.
  • How?
    Simpanan di atas Rp5 miliar tumbuh 21,4 persen tahunan pada Mei 2026 dan menyumbang 58,3 persen DPK; simpanan hingga Rp100 juta tumbuh 4,9 persen dengan pangsa 11,1 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Uang simpanan di bank sekarang makin banyak dari perusahaan dan orang yang punya uang sangat banyak. Pada Mei 2026, rekening di atas Rp5 miliar tumbuh paling cepat dan punya 58,3 persen uang di bank. Simpanan orang dengan uang sampai Rp100 juta tumbuh pelan dan bagiannya makin kecil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Meningkatnya penempatan dana korporasi dan simpanan bernilai besar memberi penopang likuiditas yang semakin kuat bagi perbankan. Pertumbuhan DPK swasta, BUMN, dan BUMD yang melampaui segmen individu menunjukkan adanya sumber dana yang aktif, sementara saldo di atas Rp5 miliar tumbuh lebih cepat daripada total simpanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Struktur dana pihak ketiga (DPK) perbankan Indonesia terus mengalami perubahan. Pada awal 2026, porsi simpanan dari segmen individu semakin menyusut, sementara kontribusi dana dari korporasi dan nasabah dengan simpanan jumbo justru meningkat.

Berdasarkan data yang dihimpun IDN Times, permintaan dari segmen korporasi diperkirakan akan terus tumbuh secara selektif dan berkontribusi pada kelebihan likuiditas di kalanagan korporasi yang kemudian ditempatkan pada dana pihak ketiga.

Perubahan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran dana korporasi dalam menopang likuiditas perbankan.

Data pertumbuhan DPK juga memperlihatkan perbedaan yang cukup lebar. Pada April 2026, pertumbuhan DPK segmen swasta tercatat 13,98 persen, sedangkan DPK BUMN tumbuh 18,31 persen dan DPK BUMD sebesar 18,30 persen.

Di sisi lain, pertumbuhan DPK individu relatif rendah, yakni hanya 3,11 persen pada April 2026. Sementara DPK segmen asuransi mengalami kontraksi sebesar 10,05 persen.

1. Dana nasabah jumbo tumbuh paling kencang

ilustrasi buku tabungan anak (freepik.com/rawpixel)

Fenomena serupa terlihat dari perkembangan DPK berdasarkan nominal rekening. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan simpanan dengan saldo di atas Rp5 miliar tumbuh 21,4 persen secara tahunan pada Mei 2026.

Pertumbuhan tersebut jauh melampaui pertumbuhan total simpanan yang tercatat 13,4 persen secara tahunan.

Sementara itu, pertumbuhan simpanan pada kelompok nominal yang lebih kecil relatif terbatas. Simpanan dengan saldo hingga Rp100 juta tumbuh 4,9 persen, rekening Rp100 juta-Rp200 juta tumbuh 4,5 persen, dan rekening Rp200 juta-Rp500 juta tumbuh 3 persen.

Adapun simpanan Rp500 juta-Rp1 miliar tumbuh 3 persen, rekening Rp1 miliar-Rp2 miliar tumbuh 4,2 persen, sedangkan simpanan Rp2 miliar-Rp5 miliar hanya tumbuh 2,6 persen.

Dengan demikian, pertumbuhan DPK perbankan semakin terkonsentrasi pada kelompok deposan dengan dana lebih dari Rp5 miliar.

2. Dana jumbo kuasai lebih dari separuh DPK

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Besarnya kontribusi nasabah jumbo juga terlihat dari pangsa terhadap total DPK.

Pada Mei 2026, rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar menyumbang 58,3 persen dari total simpanan perbankan. Porsi tersebut meningkat dibandingkan 57,37 persen pada 2025 dan 53,13 persen pada 2024.

3. Lebih dari separuh dana yang tersimpan di bank berasal dari saldo di atas Rp5 miliar

ilustrasi menyiapkan tabungan dengan matang (freepik.com/gratispik)

Dengan berbagai perkembangan data simpanan jumbo di perbankan, artinya lebih dari separuh dana yang tersimpan di perbankan berasal dari rekening dengan saldo di atas Rp5 miliar.

Sebaliknya, kontribusi rekening dengan saldo hingga Rp100 juta terus menyusut. Pada Mei 2026, kelompok tersebut menyumbang 11,1 persen dari total DPK, turun dari 11,35 persen pada 2025 dan 12,48 persen pada 2024.

Curated For You

Editorial Team

Related Article