Jakarta, IDN Times - Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi meminta pemerintah belajar dari pengalaman Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) pada masa Orde Baru dalam pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Menurut dia, kebijakan yang dibuat atas nama stabilisasi dan kepentingan nasional berpotensi berubah menjadi ruang rente.
"Pelajaran BPPC pada masa Orde Baru sangat relevan: kebijakan yang memakai alasan stabilisasi dan kepentingan nasional dapat berubah menjadi mesin rente ketika publik tidak dapat memeriksa harga, kontrak, pengurus, mitra, dan pemilik manfaat," katanya kepada IDN Times, dikutip Senin (25/5/2026).
