BTN Cetak Laba Rp2,4 Triliun di Semester I-2026, Naik 40,8 Persen!

- BTN mencatat laba bersih Rp2,4 triliun pada semester I-2026, tumbuh 40,8 persen dibanding tahun sebelumnya berkat peningkatan kredit dan pembiayaan konsolidasi hingga Rp418,11 triliun.
- Tingkat kredit bermasalah (NPL) BTN turun ke 2,99 persen untuk pertama kalinya di bawah 3 persen, menunjukkan perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya kredit.
- Total aset BTN naik 12,4 persen menjadi Rp545,16 triliun dengan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp433 triliun, menandakan penguatan struktur pendanaan dan ekspansi bisnis berkelanjutan.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun sepanjang semester I-2026.
Angka tersebut tumbuh 40,8 persen dibandingkan periode yang sama dari tahun lalu atau secara year on year (yoy). Adapun pada semester I-2025, BTN mencatatkan laba besih Rp1,7 triliun.
1. BTN salurkan kredit Rp418,11 triliun

Hingga semester I-2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp418,11 triliun, meningkat 11,2 persen (yoy) dari Rp376,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8 persen (yoy) dari 317,77 triliun menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026, dan lonjakan kredit nonperumahan sebesar 46,1 persen (yoy) dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025, menjadi Rp85,22 triliun di Juni 2026.
Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1 persen (yoy) dari Rp182,17 triliun menjadi Rp196,96 triliun per Juni 2026. Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN juga tercatat mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan untuk peningkatan kredit nonperumahan, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel.
Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan cross selling kepada nasabah eksisting.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon dalam konferensi pers di Menara BTN 2, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2026).
2. NPL turun 2,99 persen untuk pertama kalinya

Lebih lanjut, nonperforming loan (NPL) turun dari 3,3 persen pada semester I-2025 menjadi 2,99 persen di semester I-2026. Nixon mengatakan, untuk pertama kalinya NPL BTN berada di level di bawah 3 persen.
“Ini yang ke pertama kali juga BTN bisa di bawah 3 persen, dan membaik 33 basis poin dibanding dengan tahun lalu,” ucap Nixon.
Selain NPL yang membaik, Loan at Risk (LAR) juga turun menjadi 18,6 persen di semester I-2026 dari 20,2 persen di periode yang sama tahun lalu. Per semester I-2026, perseroan juga menekan Cost of Credit (CoC) menjadi 0,7 persen dari 2 persen di semester I-2025.
"Dengan kualitas aset yang semakin baik, struktur pendanaan yang semakin kuat, serta ekosistem digital yang terus berkembang, BTN optimistis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Nixon.
3. Aset BTN naik 12,4 persen

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 12,4 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas Perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga mencapai Rp433 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 6,6 persen (yoy) dari Rp406,38 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Nixon menjelaskan BTN juga terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. BTN telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi. Berbagai inisiatif tersebut berhasil menjaga cost of fund berada di kisaran 3,01 persen sepanjang semester I-2026.
“Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” tutur Nixon.





















