Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengguna Pertalite Melonjak, Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying

Pengguna Pertalite Melonjak, Masyarakat Diminta Jangan Panic Buying
Antrean SPBU di jalan Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
  • BPH Migas menegaskan stok BBM subsidi seperti Pertalite, Biosolar, dan minyak tanah masih aman meski terjadi antrean di sejumlah SPBU.
  • Peningkatan antrean disebabkan oleh peralihan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke Pertalite yang memicu lonjakan konsumsi hingga 15 persen di beberapa daerah.
  • Pemerintah bersama Pertamina menargetkan distribusi BBM kembali normal dalam satu hingga dua hari dan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meminta masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan di tengah antrean yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pihaknya bersama Pertamina Patra Niaga terus melakukan upaya menormalkan distribusi BBM ke seluruh SPBU. Beberapa daerah tercatat mengalami peningkatan konsumsi hingga 10-15 persen.

"Ini untuk melayani masyarakat agar supaya tidak melakukan panic buying untuk membeli BBM yang berlebih. Kami mengharap dan mengimbau, belilah BBM sesuai kebutuhan harian yang bijak dan wajar," katanya dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

1. Stok BBM subsidi disebut masih aman

WhatsApp Image 2026-07-15 at 6.28.32 PM.jpeg
Penyaluran BBM. (Dok. Pertamina)

Wahyudi memastikan penyaluran BBM bersubsidi dan BBM yang mendapatkan kompensasi negara masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jenis BBM yang dimaksud meliputi Biosolar, minyak tanah, dan Pertalite.

Menurutnya, tidak ada masalah terkait ketersediaan stok untuk pelayanan masyarakat. BPH Migas memastikan antrean yang terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan adanya peningkatan permintaan di beberapa wilayah.

"Perlu kami sampaikan bahwasanya untuk penyaluran BBM bersubsidi dan kompensasi negara, baik itu Biosolar, minyak tanah, sama Pertalite, masih sangat cukup aman untuk melayani seluruh masyarakat," paparnya.

2. Pengguna BBM nonsubsidi beralih ke Pertalite

IMG_20260715_121920.jpg
Antrean SPBU di jalan Setiabudi Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Wahyudi menyebut salah satu faktor yang menyebabkan antrean adalah perubahan pola pembelian masyarakat. Sebagian pengguna BBM nonsubsidi mulai beralih menggunakan BBM subsidi.

Perubahan tersebut disebut masih diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, peningkatan penggunaan BBM subsidi di sejumlah wilayah menyebabkan antrean lebih panjang, terutama di jalur logistik dan kawasan Trans Sumatera.

"Kalau kami keliling ke lapangan, banyak yang memanfaatkan BBM subsidi saat ini menjadi antrean yang cukup panjang," kata dia.

3. Antrean BBM ditargetkan normal dalam 1-2 hari

BBM.jpeg
Antrean BBM di SPBU Jalan Karya Jaya, Kota Medan, Selasa (14/7/2026). (Prayugo Utomo/IDN Times)

BPH Migas meminta dukungan masyarakat dan para pihak untuk membantu menjaga situasi agar antrean tidak semakin panjang. Pemerintah menargetkan kondisi distribusi kembali normal dalam waktu satu hingga dua hari.

"Sama-sama menjaga bahwasanya antrean yang terjadi saat ini kita semua terus berjuang keras untuk normalisasi dan paling lama 1 sampai 2 hari ke depan Insya Allah semua akan terurai dan cukup lancar kembali," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More