Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Proyek Blok Masela Dieksekusi Prabowo Setelah Melewati Enam Presiden

Proyek Blok Masela Dieksekusi Prabowo Setelah Melewati Enam Presiden
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Proyek LNG Abadi Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah tertunda 28 tahun dan melewati enam presiden, dengan eksekusi dilakukan pada era Presiden Prabowo Subianto.
  • Penundaan panjang proyek disebabkan perdebatan mengenai lokasi pembangunan fasilitas LNG, antara opsi di laut atau di darat, yang membuat realisasi proyek terhambat bertahun-tahun.
  • Pemerintah mempercepat pelaksanaan proyek migas berstatus POD dan mengirim surat peringatan ke Inpex hingga akhirnya dilakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pembangunan Blok Masela.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Proyek LNG Abadi Masela akhirnya memasuki tahap pembangunan setelah tertunda selama 28 tahun.

Menurut dia, proyek tersebut telah melewati enam periode pemerintahan sebelum akhirnya memasuki tahap groundbreaking pada era Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini tepat pada tanggal 16 bulan Juli 2026 kita menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, sudah 6 presiden, Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa mengeksekusi hari ini," kata Bahlil dalam prosesi groundbreaking Blok Masela, Kamis (16/7/2026).

1. Perdebatan skema proyek membuat Masela lama tertunda

Screenshot_20260716_151951_YouTube.jpg
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Bahlil menjelaskan salah satu penyebab molornya proyek adalah perdebatan berkepanjangan mengenai skema pengembangan fasilitas LNG, yakni dibangun di laut atau di darat. Perbedaan pandangan tersebut membuat proyek tidak kunjung berjalan selama bertahun-tahun.

"Saya harus menyampaikan kepada Bapak Presiden karena proyek ini sudah lama terkatung-katung, perdebatannya antara laut atau di darat. Dan ini perdebatan yang sudah sangat panjang," ujar dia.

2. Pemerintah percepat proyek yang sudah kantongi POD

Screenshot_20260716_152017_YouTube.jpg
Ilustrasi proyek Blok Masela. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Bahlil mengatakan Presiden Prabowo menginstruksikan kementerian untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek minyak dan gas bumi (migas) yang sudah memiliki Plan of Development (POD), tetapi belum masuk tahap pembangunan.

Arahan itu ditindaklanjuti melalui pendampingan serta penegasan kepada pemegang konsesi agar segera merealisasikan proyek yang telah memperoleh persetujuan pengembangan.

"Atas bimbingan, arahan, dan perintah Bapak Presiden kepada kami sebagai pembantu presiden untuk segera mengeksekusi, melakukan asistensi, dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi-konsesi perizinan," tuturnya.

3. Pemerintah sempat kirim surat peringatan ke Inpex

20260629_120246.jpg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Sebagai bagian dari percepatan tersebut, pemerintah melayangkan surat peringatan pertama kepada Inpex selaku operator Proyek Abadi Masela. Setelah langkah itu dilakukan, proyek akhirnya memasuki tahap groundbreaking sebagai penanda dimulainya pembangunan.

"Surat peringatan pertama kepada Inpex kita layangkan, dan alhamdulillah hari ini sudah kita lakukan groundbreaking untuk pembangunan berikutnya," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More