- SMTI Yogyakarta: 344 orang
- SMTI Pontianak: 318 orang
- SMTI Bandar Lampung: 297 orang
- SMAK Bogor: 293 orang
- SMAK Padang: 261 orang
- SMTI Banda Aceh: 232 orang
- SMTI Padang: 216 orang
- SMTI Makassar: 202 orang
- SMAK Makassar: 198 orang.
Menteri Perindustrian Luluskan 2.361 Siswa SMK-SMAK dan SMTI Indonesia

- Kemenperin RI melepas 2.361 lulusan SMK-SMAK dan SMTI dari sembilan sekolah binaan secara serentak, menegaskan peran penting analis dan teknisi dalam menjaga mutu serta proses industri nasional.
- Sekitar 62,81 persen lulusan telah terserap di dunia kerja, pendidikan lanjutan, atau wirausaha; sebagian besar juga meraih sertifikasi kompetensi nasional dan internasional sebagai bekal karier global.
- Acara kelulusan turut menampilkan inovasi produk teaching factory siswa SMAKBO seperti minyak aromaterapi, sabun cuci tangan, dan sabun cuci piring yang sudah lolos uji kualitas dan mulai dipasarkan.
Bogor, IDN Times – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi melepas 2.361 lulusan SMK-SMAK dan SMTI se-Indonesia tahun 2026. Acara pelepasan yang dirangkaikan dengan Stadium Generale Menteri Perindustrian RI ini dipusatkan di SMK-SMAK Bogor di Jalan Pangeran Sogiri, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (16/7/2026).
Sembilan sekolah binaan Kemenperin yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia mengikuti prosesi kelulusan ini secara serentak dan daring di masing-masing tempat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan peran para lulusan calon analis dan teknisi sebagai garda terdepan industri nasional.
"Seorang analis adalah sosok yang tanda tangannya sangat penting. Tanda tangan kalian menentukan, apakah sebuah produk layak dan boleh keluar ke pasar atau tidak. Begitu pula teknisi, tangan merekalah yang menjaga mesin dan proses produksi tetap berjalan dengan baik," ujar Agus dalam sambutannya.
1. Rincian jumlah lulusan per sekolah

Berdasarkan data yang dihimpun total terdapat 2.361 siswa yang dilepas berasal dari sembilan sekolah Kementerian Perindustrian, dengan masing-masing menyumbang sekitaran 200 lulusan. Berikut data selengkapnya:
Menteri Perindustrian Agus mengatakan pendidikan yang ditempuh selama empat tahun bukan sekadar formalitas, melainkan bekal untuk menjadi tenaga industri yang siap menghadapi tantangan global.
"Kalian adalah orang-orang di balik angka dan di balik sebuah proses yang sangat menentukan bagi industri nasional," ucap Agus di hadapan ribuan siswa sekolah.
2. Lulusan yang telah diserap sesuai kebutuhan industri

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahardi, melaporkan hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 lulusan atau 62,81 persen telah terserap di dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha.
"Bagi lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI dan pihak SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan. Jika dalam enam bulan belum terserap, kami siapkan program penguatan kompetensi spesifik atau fasilitasi pemagangan," jelas Doddy
Doddy juga menegaskan para lulusan selain mendapatkan ijazah, juga mendapatkan sertifikasi kompetensi nasional dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
"Bahkan, sebanyak 781 orang telah mengikuti dan lulus sertifikasi kompetensi internasional dari HOBAR, Siemens, dan FAPRO. Sebanyak 232 lulusan juga mengikuti sertifikasi TOEFL Internasional sebagai bekal untuk pengembangan karier di kancah global," katanya.
3. Inovasi produk siswa kelas 13 SMK-SMAK Bogor

Salah satu sorotan utama dalam acara kelulusan ini adalah kehadiran produk-produk teaching factory hasil karya siswa kelas 13 SMAKBO yang dipamerkan dalam acara kelulusan tersebut, yang telah diklaim mulai dipasarkan secara luas.
Nabila Syafina (19), siswi kelas 13 SMAKBO, menjelaskan program pembelajaran berbasis produksi ini menghasilkan produk seperti minyak aromaterapi 'Semilir' seharga Rp15 ribu, sabun cuci tangan 'Sengit' Rp10 ribu, dan sabun cuci piring 'Kinclong' Rp10 ribu.
"Untuk semua produk, kita sudah QC pass karena siswa diajari langsung untuk berwirausaha sekaligus meningkatkan standar quality control yang ketat," ungkap Nabila saat menjelaskan proses produksi.
Menariknya, tidak hanya bahan jadi yang diproduksi, kemasan pun diproduksi di sekolah tersebut.


![[QUIZ] Pilih Tim Piala Dunia 2026, Ini Ide Bisnis yang Cocok Untukmu](https://image.idntimes.com/post/20260617/upload_f14fae30ab7bad76baec6ee91ce4c4ad_31f30d3b-3024-4a28-9a45-ce0526216f32.jpg)


















