Anggota DPR Minta Menteri PU Setop Bikin Gaduh: Fokus Bekerja!

- Anggota DPR Syafiuddin Asmoro meminta Menteri PU Dody Hanggodo berhenti membuat kegaduhan dan fokus mengejar target kerja kementerian agar tidak mengganggu konsentrasi pembangunan.
- Syafiuddin menekankan pentingnya soliditas internal dan kepemimpinan yang mampu membangun semangat kerja, menciptakan suasana harmonis, serta mempercepat program infrastruktur nasional.
- Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan mutasi ASN dilakukan karena temuan ribuan pegawai terindikasi judi online dan bermasalah dalam absensi elektronik berdasarkan data PPATK.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, meminta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo berhenti membuat kegaduhan dan lebih fokus mengejar target pencapaian kementeriannya. Dalam beberapa waktu terakhir Kementerian PU lebih sering menjadi perhatian karena berbagai kontroversi dibandingkan capaian kinerjanya.
Mulai dari keputusan Menteri PU mencopot dua Direktur Jenderal terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), polemik dokumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat (AS) yang menyeret nama anggota keluarga, hingga mutasi besar-besaran pejabat PU hingga memicu berbagai spekulasi.
"Kami menghormati kewenangan Menteri PU dalam melakukan pembinaan organisasi. Namun ke depan kami berharap Pak Menteri lebih fokus bekerja dan tidak lagi membuat kehebohan yang dapat mengganggu konsentrasi kementerian dalam menjalankan tugasnya," kata dia kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
1. Pemimpin harus menjaga soliditas organisasi

Menurut dia, Kementerian PU berperan strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional. Karena itu, seluruh energi pimpinan kementerian seharusnya diarahkan untuk mempercepat penyelesaian program-program pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di lingkungan internal Kementerian PU. Menurutnya, suasana kerja yang harmonis menjadi modal utama agar seluruh jajaran dapat bekerja secara optimal.
"Seorang pemimpin harus mampu menjaga soliditas organisasi. Jika tidak bisa menjaga kekompakan internal, maka Kementerian PU akan sulit bekerja secara maksimal dalam menjalankan program-program pembangunan," kata dia.
2. Pemimpin seharusnya menjadi figur

Syafiuddin menambahkan, seorang menteri bukan hanya dituntut mampu mengambil keputusan, tetapi juga harus menjadi figur yang mampu membangun semangat, memberikan motivasi, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif bagi seluruh bawahannya.
"Pemimpin harus menjadi sumber semangat bagi anak buahnya. Mereka harus merasa didukung dan diajak bekerja bersama untuk mencapai target pembangunan, bukan justru dihadapkan pada situasi yang menimbulkan kegaduhan di internal organisasi," kata dia.
Syafiuddin mengatakan, Komisi V DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program Kementerian PU agar pembangunan infrastruktur berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap ke depan tidak ada lagi kehebohan maupun ketidakharmonisan di internal Kementerian PU. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kinerja nyata, percepatan pembangunan, dan pelayanan publik yang semakin baik," kata Syafiuddin.
3. Menteri PU ungkap alasan mutasi ASN PU

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkap temuan ribuan pegawai yang terindikasi terkait judi online (judol) dan bermasalah dalam absensi elektronik. Itu menjadi salah satu alasan di balik mutasi sejumlah ASN di lingkungan Kementerian PU.
Dia mengatakan, berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sekitar 6 ribu pegawai terindikasi melakukan transaksi yang berkaitan dengan judol. Selain itu, sekitar 4 ribu pegawai juga ditemukan bermasalah dalam penggunaan sistem absensi elektronik. Kementerian PU memiliki sekitar 38.600 aparatur sipil negara (ASN). Dengan jumlah tersebut, sekitar 15 persen pegawai terindikasi memiliki transaksi yang berkaitan dengan judi online berdasarkan data PPATK.
“Bayangkan, 3-4 ribu orang itu main-main absen. Satu dari sepuluh pegawai saya bohong soal absen,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

















