Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonom Sebut Mundurnya Perry Tak Otomatis Bikin Rupiah Menguat
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan keterangan pers hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) kuartal I 2026 di Jakarta, Kamis (7/5). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jakarta, IDN Times - Mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) diyakini tidak langsung memberikan perbaikan terhadap nilai tukar alias kurs rupiah terhadap mata uang asing, terutama dolar Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi dalam pernyataan resminya, Senin (27/7/2026). Ibrahim menilai, rupiah yang terus melemah adalah imbas dari kondisi global berupa perang yang semakin luas dan fiskal domestik, bukan disebabkan pimpinan bank sentral.

"Ini membuat rupiah terus mengalami pelemahan dan pelemahan ini membuat pemerintah itu harus rupiah kembali menguat," ujar Ibrahim.

1. Perry telah berusaha keras angkat rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo usai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, di Jakarta, Selasa (9/6/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Ibrahim pun menilai Perry telah berjuang sekeras mungkin untuk membuat rupiah kembali menguat terutama melawan dolar AS. Namun, sampai hari ini kurs rupiah masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal menguat bahkan sampai Perry mundur dari jabatan Gubernur BI.

"Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sudah begitu kerja keras ya untuk menahan agar rupiah ini kembali mengalami penguatan, tetapi kita lihat sampai saat ini masih belum bisa mengangkat harga mata uang rupiah," tutur Ibrahim.

2. Pimpinan BI akan sulit angkat rupiah

Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri tersebut kemarin, Minggu (26/7). (Dok. Bank Indonesia)

Di sisi lain, Ibrahim menjelaskan, siapapun yang memimpin BI saat ini akan kesulitan membuat rupiah menguat. Hal itu bukannya tanpa alasan sebab permasalahan utama kurs rupiah saat ini bukan pada siapa yang menjadi bos bank sentral.

"Karena masalah geopolitik, ya perekonomian di dalam negeri pun juga sedang carut marut Ini yang membuat rupiah kembali mengalami pelemahan," kata dia.

3. Alasan Perry mundur dari jabatan Gubernur BI

Mensesneg, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Bank Indonesia)

Sebelumnya diberitakan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membeberkan Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI karena alasan pribadi. Prasetyo tak membeberkan secara rinci alasan pribadi yang membuat Perry melepas jabatan yang telah diembannya selama tujuh tahun.

“Karena alasan pribadi, dan itu kita menghormati ya,” kata Prasetyo di Gedung BI, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Prasetyo juga tak mengiyakan apakah mundurnya Perry disebabkan alasan kesehatan. Menurutnya, Perry tak menuliskan soal alasan kesehatan dalam surat pengunduran diri yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (25/7).

“Tidak ada, tidak ada, dalam suratnya hanya menyatakan mengajukan permohonan pengunduran diri oleh karena alasan pribadi,” tutur Prasetyo.

Sebelumnya, Prasetyo juga mengumumkan Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Destry Damayanti ditunjuk untuk menjadi Pejabat Gubernur Sementara BI.

Curated For You

Editorial Team

Related Article