Cerita Bos DANA soal AI Tingkatkan Produktivitas Lebih dari 50 Persen

- DANA mencatat agentic AI meningkatkan produktivitas operasional hingga 57 persen sepanjang 2025, menaikkan kepuasan pelanggan 13 persen, serta mempercepat penyelesaian layanan 10 persen.
- Melalui metode Smart Friction dan kolaborasi dengan PPATK, DANA menambahkan verifikasi pada aktivitas berisiko tinggi hingga menurunkan transaksi terindikasi judi online 80 persen sepanjang 2025.
- Meski 80–90 persen kode DANA didukung AI, engineer tetap bertugas merumuskan masalah, merancang sistem, memvalidasi keamanan, dan mengambil keputusan berbasis konteks bisnis.
Jakarta, IDN Times - Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam operasional bisnis perlu memberikan dampak langsung yang terukur, bukan sekadar eksperimen semata.
Hal tersebut menjadi fokus DANA dalam inisiatif AI@Work Lab di IdeaFest 2026. Perusahaan dompet digital itu menyoroti pentingnya mengukur keberhasilan AI dari perubahan nyata pada bisnis dan proses kerja, bukan sekadar seberapa masif adopsinya.
1. Implementasi agentic AI tingkatkan efisiensi operasional

DANA AI@Work Lab di IdeaFest 2026. (dok. DANA) Sepanjang 2025, implementasi agentic AI pada sejumlah proses operasional DANA mencatat peningkatan produktivitas hingga 57 persen. Penggunaan teknologi itu juga mendorong peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 13 persen serta percepatan penyelesaian layanan sebesar 10 persen. Saat ini, sekitar 80 sampai 90 persen kode di DANA telah dihasilkan dengan dukungan AI.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara menyampaikan adopsi AI bukan lagi sekadar tujuan akhir.
"Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur," ujar Vince.
2. Lapisan verifikasi khusus turunkan transaksi judi online

DANA AI@Work Lab di IdeaFest 2026. (dok. DANA) Penerapan AI di DANA disertai dengan tata kelola risiko melalui metode Smart Friction, yakni penambahan lapisan verifikasi secara terukur pada aktivitas yang berindikasi risiko tinggi. Langkah ini diterapkan untuk memastikan penggunaan teknologi tetap berjalan secara bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), penerapan verifikasi tersebut berkontribusi terhadap penurunan aktivitas terindikasi perjudian online di platform DANA hingga 80 persen sepanjang 2025.
3. Peran engineer bergeser ke pemahaman bisnis dan konteks

DANA AI@Work Lab di IdeaFest 2026. (dok. DANA) Meskipun sebagian besar kode kini dihasilkan oleh AI, engineer tetap memegang peran utama dalam merumuskan masalah, merancang arsitektur sistem, memvalidasi keamanan, serta mengambil keputusan akhir. Keunggulan kompetitif talenta teknologi kini bergeser dari sekadar coding ke kemampuan memahami bisnis dan akuntabilitas.
CTO DANA Indonesia, Norman Sasono menegaskan pentingnya pemahaman konteks dibanding sekadar eksekusi teknis.
"AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong," kata Norman.




















