Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekonomi Lagi Sulit? Cara Jaga Keuangan Tetap Aman

Ekonomi Lagi Sulit? Cara Jaga Keuangan Tetap Aman
ilustrasi perempuan belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih

  • Ketidakpastian ekonomi seperti inflasi dan resesi membuat masyarakat perlu lebih disiplin dalam mengelola keuangan agar tetap stabil di tengah tekanan finansial.
  • Bank Jago menyarankan langkah praktis seperti membatasi pengeluaran konsumtif, menyiapkan dana darurat, serta menyusun strategi tabungan dan investasi jangka panjang.
  • Selain pengelolaan keuangan yang cermat, masyarakat juga dianjurkan mencari sumber pendapatan tambahan untuk memperkuat kondisi finansial saat ekonomi sedang sulit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Ketidakpastian ekonomi, baik dalam bentuk inflasi, deflasi, maupun ancaman resesi, kian menekan kondisi finansial masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang fluktuatif, daya beli yang melemah, hingga godaan konsumsi berlebih menjadi tantangan nyata yang dihadapi banyak orang.

Dalam situasi seperti ini, kepanikan kerap memicu keputusan finansial yang tidak rasional. Padahal, kunci utama menghadapi tekanan ekonomi adalah menjaga ketenangan, bersikap disiplin, serta mengelola keuangan secara cermat dan terukur.

Bank Jago membagikan sejumlah strategi praktis yang dapat membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial, mulai dari pengendalian pengeluaran hingga mencari sumber pendapatan tambahan.

Berikut empat langkah yang bisa diterapkan:

1. Belanja sesuai kebutuhan, tekan pengeluaran konsumtif

Belanja
Belanja (pexels.com/@gustavo-frin)

Segala sesuatu yang berlebihan bukanlah hal yang baik, termasuk dalam hal spending dan pemenuhan gaya hidup. Ketika ekonomi sedang baik-baik saja kita perlu menolak gaya hidup selangit, apalagi ketika ekonomi sedang sulit alias nggak baik-baik saja.

Terus-terusan melakukan spending yang sifatnya konsumtif dapat memberikan dampak negatif, seperti menjadi penyebab berutang hingga terlilit utang karena tidak bisa melunasi, terkurasnya tabungan, dan kesehatan mental serta fisik menjadi terpengaruh.

Agar belanja bisa sesuai kebutuhan dan spending konsumtif dapat dikurangi, membuat budget plan adalah hal yang penting. Dengan mengalokasikan budget secara baik dan menggunakan budget sesuai tujuannya, kantong akan baik-baik saja dan tetap sehat.

Pakai Kantong Jago untuk mengelola berbagai macam kebutuhan dan budgeting secara lebih mudah dan praktis. Pisahkan tiap kebutuhan ke Kantong Jago-nya masing-masing agar lebih mudah memonitor pengalokasian dan penggunaan budget.

2. Siapkan tabungan dana darurat

Screenshot 2026-04-14 012001.jpg
Cara simpan dana darurat di Bank Jago. (Dok/Istimewa).

Untuk bisa bertahan dari deflasi, inflasi atau resesi, sangatlah penting untuk memiliki tabungan dana darurat. Tabung dana darurat secara otomatis di Kantong Nabung. Caranya adalah dengan menggunakan fitur budgeting otomatis di aplikasi Jago.

Uang yang tadinya digunakan untuk kebutuhan konsumtif bisa dialihkan ke tabungan dana darurat. Agar terasa lebih ringan, kamu bisa menabung harian dengan nominal kecil secara otomatis.

3. Susun strategi tabungan dan investasi jangka panjang

Screenshot 2026-04-14 012012.jpg
Buat Deposito di Aplikasi Bank Jago (Dok/Istimewa).

Selain memisahkan budget berbagai kebutuhan di Kantong Jago, kamu bisa menyiapkan dana dalam bentuk tabungan atau investasi untuk tujuan keuangan masa depan, apa pun itu.

Deposito Jago dengan suku bunga kompetitif bisa mengamankan tabungan dari penggunaan yang bukan tujuannya. Kamu bisa menabung mulai dari Rp1.000.000 saja di Deposito Jago.

4. Tambah sumber pendapatan atau penghasilan untuk mengatasi ekonomi sulit

ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)

Kamu bisa memperoleh penghasilan tambahan dari tabunganmu di deposito dan investasimu di reksa dana dan saham. Apabila ingin memiliki lebih banyak pemasukan untuk bertahan menghadapi kondisi ekonomi sulit, kamu bisa mencari pekerjaan tambahan atau sampingan di luar pekerjaan utama.

Memang, kamu harus berkorban waktu dan tenaga. Tapi, jika pekerjaan sampingan bisa menaikkan pendapatanmu, dan kamu memiliki waktu dan tenaga untuk melakukannya, mengapa nggak?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Business

See More