Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf & Pariwisata
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota (dok. Pemkot Surabaya)
  • Ekonomi Surabaya tumbuh 5,87% pada 2025, melampaui rata-rata provinsi dan nasional, dengan PDRB mencapai Rp830,54 triliun ADHB dan menunjukkan ketahanan di tengah kondisi global.
  • Sektor perdagangan besar-eceran menjadi penyumbang utama ekonomi kota, disusul industri pengolahan dan akomodasi; konsumsi rumah tangga serta investasi tetap menjadi pendorong pertumbuhan signifikan.
  • Pemkot Surabaya fokus memperkuat ekonomi kreatif, pemberdayaan pemuda, dan pariwisata perkotaan melalui program dukungan RW, penataan kawasan strategis, serta pengembangan kampung tematik berbasis komunitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Perekonomian Kota Surabaya tumbuh sebesar 5,87 persen pada tahun 2025, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan nasional, dengan fokus pemerintah kota pada pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
  • Who?
    Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Bappeda Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menyampaikan capaian serta rencana penguatan ekonomi daerah melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
  • Where?
    Kegiatan dan data pertumbuhan ekonomi ini terjadi di wilayah Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan beberapa program difokuskan pada kawasan perkotaan serta kampung tematik di seluruh kota.
  • When?
    Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya merilis data pertumbuhan ekonomi tersebut pada 27 Februari 2026, sementara pernyataan resmi disampaikan Wali Kota pada Minggu, 15 Maret 2026.
  • Why?
    Pemerintah Kota Surabaya berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang positif serta memperkuat ketahanan daerah melalui pengembangan sektor kreatif, investasi lokal, dan peningkatan partisipasi masyarakat.
  • How?
    Pemkot menjalankan program seperti penyusunan database pelaku ekonomi kreatif, dukungan kegiatan pemuda Rp5 juta per RW, penataan kawasan wisata perkotaan, serta pengembangan kampung
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perekonomian Kota Surabaya pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan stabil. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya pada 27 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi kota tercatat sebesar 5,87 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,76 persen.

Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi di tingkat Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,33 persen serta pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen pada 2025. Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya pada 2025 tercatat mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian Kota Surabaya tetap tumbuh positif dan resilien di tengah dinamika ekonomi nasional serta ketidakpastian ekonomi global.

1. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat

Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota (dok. Pemkot Surabaya)

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi kota yang ditopang oleh berbagai sektor usaha serta partisipasi masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

"Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan," ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (15/3/2026).

Eri Cahyadi menjelaskan, dari sisi struktur ekonomi, aktivitas perekonomian Surabaya masih didominasi sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi 26,97 persen. Disusul Industri Pengolahan sebesar 19,59 persen serta sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,71 persen.

"Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan laju pertumbuhan 5,40 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,41 persen. Hal ini menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi kota," jelasnya.

2. Terus memperkuat berbagai program pembangunan ekonomi

Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota (dok. Pemkot Surabaya)

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya akan terus memperkuat berbagai program pembangunan ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Kota Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini," kata Irvan.

Selain itu, Irvan menegaskan bahwa Pemkot Surabaya juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp5 juta per RW.

"Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung," ujarnya.

3. Pertumbuhan ekonomi Surabaya dapat terus terjaga secara inklusif & berkelanjutan

Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87%, Pemkot Fokus Kembangkan Ekraf dan Pariwisata Kota (dok. Pemkot Surabaya)

Pemkot Surabaya juga memperkuat pengembangan sektor pariwisata perkotaan melalui penataan kawasan strategis, termasuk pengembangan kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan aktivitas seni, budaya, dan kuliner masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta Kampung Pancasila juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.

"Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal," jelasnya.

Pihaknya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi Surabaya dapat terus terjaga secara inklusif dan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

"Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya," pungkasnya. (ADV)

Editorial Team