ilustrasi es krim (pexels.com/Lukas)
Hal menarik lainnya adalah posisi Prancis sebagai eksportir terbesar gak berbanding lurus dengan statusnya sebagai produsen nomor satu. Dalam produksi, Prancis berada di peringkat ketiga dengan 525 juta liter, di bawah Jerman dan Italia. Namun, dalam urusan ekspor ke negara-negara di luar Uni Eropa, Prancis justru berada di posisi pertama. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan sebuah negara dalam perdagangan internasional.
Italia juga menjadi contoh menarik karena berada di posisi kedua dalam produksi sekaligus ekspor. Sementara itu, Belgia yang produksinya berada di peringkat kelima mampu menempati posisi ketiga sebagai eksportir dengan 34,5 juta kilogram. Artinya, kemampuan sebuah negara untuk menembus pasar luar kawasan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor selain jumlah produksi. Buat kamu yang tertarik dengan bisnis makanan, data ini menunjukkan bahwa kemampuan mengolah produk menjadi komoditas yang kompetitif di pasar internasional juga sangat penting.
Perkembangan industri es krim Uni Eropa sepanjang 2025 menunjukkan tren yang cukup positif, baik dari sisi produksi maupun perdagangan. Total produksinya mencapai 3,44 miliar liter, sedangkan ekspor ke negara-negara di luar Uni Eropa menembus 289,8 juta kilogram.
Prancis menjadi pemimpin ekspor dengan 59,1 juta kilogram, meskipun Jerman masih menjadi produsen es krim terbesar di kawasan tersebut. Angka-angka ini menunjukkan bahwa es krim bukan sekadar camilan manis, tapi juga bagian dari industri dan perdagangan internasional dengan skala yang cukup besar.