Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspor Es Krim Uni Eropa Melejit, Prancis Pimpin Pasar Global!
ilustrasi makan es krim (pexels.com/Rachel Claire)
  • Produksi es krim Uni Eropa pada 2025 mencapai 3,44 miliar liter, naik 1,9 persen; Jerman memimpin volume produksi dengan 608 juta liter.
  • Italia mencatat pertumbuhan produksi tercepat, naik 10 persen dibandingkan 2024, diikuti Belgia 6 persen dan Prancis 4 persen.
  • Ekspor es krim Uni Eropa ke luar kawasan naik 10 persen menjadi 289,8 juta kilogram; Prancis memimpin dengan 59,1 juta kilogram, di atas Italia dan Belgia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siapa sangka, es krim ternyata menjadi salah satu produk makanan yang punya pergerakan perdagangan cukup besar di Uni Eropa. Sepanjang 2025, negara-negara Uni Eropa memproduksi 3,44 miliar liter es krim, naik 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Gak hanya produksinya yang meningkat, ekspor es krim ke negara-negara di luar Uni Eropa juga melonjak 10 persen. Prancis menjadi negara dengan volume ekspor es krim terbesar, disusul Italia dan Belgia. Buat kamu yang penasaran seperti apa peta industri es krim Eropa, berikut lima fakta menarik yang perlu kamu tahu.

1. Produksi es krim Uni Eropa tembus 3,44 miliar liter

ilustrasi es krim (pexels.com/Pranjall Kumar)

Industri es krim Uni Eropa mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025. Total produksi mencapai 3,44 miliar liter, meningkat dari 3,38 miliar liter pada 2024 atau bertambah sekitar 1,9 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan dan aktivitas produksi es krim di kawasan ini masih cukup kuat. Jadi, es krim bukan sekadar camilan populer, lho, tapi juga punya industri berskala besar di baliknya.

Jerman menjadi produsen es krim terbesar dengan volume produksi mencapai 608 juta liter pada 2025. Posisi berikutnya ditempati Italia dengan 549 juta liter dan Prancis dengan 525 juta liter, sementara Spanyol menghasilkan 457 juta liter dan Belgia 274 juta liter. Kelima negara tersebut menjadi produsen utama es krim di Uni Eropa berdasarkan volume produksi. Menariknya, semuanya sama-sama mencatat pertumbuhan dibandingkan pada 2024.

2. Italia jadi produsen dengan pertumbuhan paling pesat

ilustrasi makan es krim, Florence, Italia, Eropa (pexels.com/Julia Khalimova)

Kalau dilihat dari pertumbuhan produksinya, Italia menjadi negara yang paling mencuri perhatian. Produksi es krim Italia meningkat 10 persen dibandingkan 2024, meskipun volumenya masih berada di bawah Jerman. Belgia menyusul dengan pertumbuhan produksi sebesar 6 persen, sedangkan Prancis naik 4 persen. Spanyol dan Jerman masing-masing mencatat kenaikan sebesar 2 persen dan 0,2 persen.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa posisi sebagai produsen terbesar gak selalu berarti pertumbuhan paling tinggi. Jerman memang masih berada di puncak dari sisi volume, tapi pertumbuhannya relatif kecil dibandingkan Italia dan Belgia. Kalau melihatnya dari sisi bisnis makanan, kondisi tersebut cukup menarik karena pertumbuhan produksi bisa menjadi tanda adanya peningkatan kapasitas atau permintaan di suatu pasar. Italia bahkan berhasil meningkatkan produksinya cukup signifikan hanya dalam satu tahun.

3. Ekspor es krim Uni Eropa naik 10 persen

ilustrasi es krim (pexels.com/Hc Digital)

Selain produksi, perdagangan internasional es krim Uni Eropa juga menunjukkan perkembangan yang cukup kuat. Pada 2025, negara-negara Uni Eropa mengekspor 289,8 juta kilogram es krim ke negara-negara di luar Uni Eropa. Volume tersebut meningkat 10 persen atau sekitar 26 juta kilogram dibandingkan 2024. Dalam periode yang sama, impor es krim juga meningkat 12 persen menjadi 77,8 juta kilogram.

Kenaikan ekspor hingga dua digit memperlihatkan bahwa produk es krim dari Uni Eropa punya permintaan yang cukup besar di luar kawasan. Kalau kamu membandingkannya dengan pertumbuhan produksi yang hanya 1,9 persen, laju ekspor terlihat jauh lebih tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa industri es krim Eropa gak hanya mengandalkan konsumsi dari pasar domestik. Produk yang dibuat di kawasan tersebut juga semakin banyak bergerak menuju pasar internasional.

4. Prancis pimpin ekspor es krim Uni Eropa

ilustrasi makan es krim (pexels.com/Paolo Bici)

Prancis menjadi negara dengan ekspor es krim terbesar dari Uni Eropa pada 2025. Negara tersebut mengekspor 59,1 juta kilogram es krim ke negara-negara di luar Uni Eropa, atau sekitar 20 persen dari total ekspor es krim Uni Eropa. Posisi Prancis hanya unggul tipis dari Italia yang mencatat ekspor sebesar 55,2 juta kilogram. Dengan angka tersebut, kedua negara menyumbang porsi yang cukup besar terhadap perdagangan es krim Uni Eropa ke pasar non-Uni Eropa.

Di belakang Prancis dan Italia, ada Belgia dengan ekspor 34,5 juta kilogram atau sekitar 12 persen dari total ekspor. Jerman berada di posisi berikutnya dengan 29,9 juta kilogram atau 10 persen, sedangkan Belanda mencatat 26,5 juta kilogram atau 9 persen. Data tersebut memperlihatkan bahwa lima negara teratas memiliki peran besar dalam perdagangan es krim Uni Eropa ke luar kawasan. Jadi, saat kamu melihat Prancis memimpin pasar ekspor, konteksnya adalah posisi teratas dalam ekspor Uni Eropa ke negara-negara non-Uni Eropa.

5. Prancis unggul meski bukan produsen terbesar

ilustrasi es krim (pexels.com/Lukas)

Hal menarik lainnya adalah posisi Prancis sebagai eksportir terbesar gak berbanding lurus dengan statusnya sebagai produsen nomor satu. Dalam produksi, Prancis berada di peringkat ketiga dengan 525 juta liter, di bawah Jerman dan Italia. Namun, dalam urusan ekspor ke negara-negara di luar Uni Eropa, Prancis justru berada di posisi pertama. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kekuatan sebuah negara dalam perdagangan internasional.

Italia juga menjadi contoh menarik karena berada di posisi kedua dalam produksi sekaligus ekspor. Sementara itu, Belgia yang produksinya berada di peringkat kelima mampu menempati posisi ketiga sebagai eksportir dengan 34,5 juta kilogram. Artinya, kemampuan sebuah negara untuk menembus pasar luar kawasan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor selain jumlah produksi. Buat kamu yang tertarik dengan bisnis makanan, data ini menunjukkan bahwa kemampuan mengolah produk menjadi komoditas yang kompetitif di pasar internasional juga sangat penting.

Perkembangan industri es krim Uni Eropa sepanjang 2025 menunjukkan tren yang cukup positif, baik dari sisi produksi maupun perdagangan. Total produksinya mencapai 3,44 miliar liter, sedangkan ekspor ke negara-negara di luar Uni Eropa menembus 289,8 juta kilogram.

Prancis menjadi pemimpin ekspor dengan 59,1 juta kilogram, meskipun Jerman masih menjadi produsen es krim terbesar di kawasan tersebut. Angka-angka ini menunjukkan bahwa es krim bukan sekadar camilan manis, tapi juga bagian dari industri dan perdagangan internasional dengan skala yang cukup besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article