Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Market Bitcoin Menguat, Ini 4 Sinyal yang Perlu Dipantau

Market Bitcoin Menguat, Ini 4 Sinyal yang Perlu Dipantau
ilustrasi menganalisis pasar crypto (unsplash.com/Sortter)
  • Bitcoin menembus US$70.000, tertinggi sejak Juni, setelah dari sekitar US$64.000 dan keluar dari rentang perdagangan enam minggu; harga perlu bertahan di atas area penembusan untuk menghindari false breakout.
  • Reli didukung pembelian langsung serta produk investasi seperti ETF Bitcoin. Keberlanjutan arus dana dan minat beli saat koreksi kecil menjadi penentu apakah momentum memiliki fondasi lebih kuat.
  • Pembelian kembali obligasi jangka panjang AS menurunkan imbal hasil dan mendukung aset berisiko, sementara likuidasi short mempercepat kenaikan; setelah short squeeze mereda, Bitcoin membutuhkan pembeli baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bitcoin kembali menunjukkan tenaga setelah menembus US$70.000 dan mencapai level tertinggi sejak Juni. Kenaikan ini terjadi setelah BTC sempat berada di sekitar US$64.000, sehingga pergerakannya dalam waktu singkat cukup mencolok. Pasar pun mulai mempertanyakan apakah penguatan tersebut menandai perubahan arah atau hanya reli sementara.

Ada beberapa perubahan yang muncul bersamaan dengan kenaikan tersebut, mulai dari kondisi pasar obligasi AS hingga meningkatnya permintaan terhadap Bitcoin. Likuidasi posisi short juga ikut mempercepat kenaikan, sementara perkembangan regulasi kripto memberi sentimen tambahan. Karena itu, ketika market Bitcoin menguat, ada beberapa sinyal yang penting untuk kita perhatikan. Simak selengkapnya di bawah ini.

  1. 1. Bitcoin berhasil keluar dari fase datar

    ilustrasi grafik pergerakan harga
    ilustrasi grafik pergerakan harga (pexels.com/AlphaTradeZone)

    Salah satu tanda yang menarik adalah bahwa Bitcoin berhasil keluar dari rentang perdagangan yang berlangsung selama sekitar enam minggu. Sebelumnya, harga BTC cenderung bergerak terbatas setelah mengalami penurunan tajam dari rekor sebelumnya. Ketika harga akhirnya menembus area tersebut, pergerakan ini memberi sinyal bahwa keseimbangan antara pembeli dan penjual mulai berubah.

    Namun, menembus batas atas belum otomatis berarti tren naik baru sudah terbentuk. Bitcoin perlu mampu bertahan di atas area yang sebelumnya menjadi batas atas agar kenaikan tidak berubah menjadi false breakout atau penembusan yang cepat berbalik arah. Jika BTC mampu mempertahankan level tersebut saat tekanan jual kembali muncul, sinyal penguatannya akan menjadi lebih meyakinkan.

  2. 2. Permintaan Bitcoin mulai mendapat dukungan

    ilustrasi Bitcoin
    ilustrasi Bitcoin (magnific.com/freepik)

    Kenaikan terbaru juga tidak hanya didorong oleh trader yang mengejar momentum. Laporan pasar menunjukkan adanya dukungan dari pembelian Bitcoin secara langsung dan produk investasi seperti ETF Bitcoin, yang menunjukkan bahwa permintaan dari investor masih menjadi bagian dari reli. Kondisi ini penting karena kenaikan yang ditopang pembelian nyata biasanya lebih sehat dibandingkan kenaikan yang hanya berasal dari aktivitas perdagangan berjangka.

    Meski begitu, kita tetap perlu melihat apakah permintaan tersebut mampu bertahan setelah lonjakan harga mulai mereda. Jika arus dana ke produk investasi Bitcoin terus masuk dan pembeli tetap aktif ketika harga mengalami koreksi kecil, momentum kenaikan memiliki fondasi yang lebih kuat. Sebaliknya, jika minat beli melemah setelah reli awal selesai, kenaikan harga berisiko kehilangan tenaga.

  3. 3. Pasar obligasi AS mulai memberi ruang bagi aset berisiko

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (pexels.com/Kaboompics)

    Perubahan di pasar obligasi AS menjadi salah satu pemicu penting dalam reli terbaru. Departemen Keuangan AS memutuskan untuk memperbesar pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi, sehingga membantu meredakan tekanan pada pasar obligasi. Imbal hasil obligasi jangka panjang kemudian turun, membuat kondisi pasar lebih mendukung aset berisiko seperti saham dan Bitcoin.

    Hubungan ini penting karena Bitcoin semakin sensitif terhadap perubahan kondisi keuangan global. Ketika imbal hasil obligasi tinggi, investor bisa mendapatkan keuntungan dari aset yang relatif lebih aman, sehingga minat terhadap Bitcoin dapat berkurang. Jika tekanan imbal hasil terus mereda dan kondisi keuangan menjadi lebih longgar, Bitcoin bisa mendapat dukungan tambahan meski dampaknya belum tentu bertahan.

  4. 4. Reli perlu melewati efek short squeeze

    ilustrasi trading kripto
    ilustrasi trading kripto (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Lonjakan Bitcoin juga diperkuat oleh banyaknya posisi short yang terpaksa ditutup ketika harga bergerak naik. Posisi short merupakan taruhan bahwa harga akan turun, sehingga trader harus membeli kembali aset ketika harga justru bergerak berlawanan. Proses tersebut menciptakan short squeeze, yang dapat membuat harga naik semakin cepat karena pembelian dilakukan untuk menutup kerugian.

    Masalahnya, dorongan seperti ini biasanya tidak cukup untuk membuktikan bahwa tren naik sudah kuat. Setelah posisi short banyak terlikuidasi, Bitcoin membutuhkan pembeli baru untuk mempertahankan kenaikan dan membentuk permintaan yang lebih stabil. Jika harga tetap bertahan setelah efek short squeeze mereda, peluang bahwa reli ini merupakan bagian dari tren yang lebih panjang akan menjadi lebih besar.

    Market Bitcoin menguat kembali, tetapi kenaikan tajam dalam waktu singkat belum cukup untuk memastikan terbentuknya tren baru. Kita perlu melihat apakah BTC mampu bertahan setelah dorongan dari short squeeze berkurang dan apakah permintaan investor tetap kuat. Jika kedua hal tersebut bertahan, reli terbaru ini bisa menjadi awal pergerakan yang lebih panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More