Kolombia Setop Penjualan Listrik ke Ekuador, Kenapa?

- Kolombia larang perusahaan swasta jual listrik ke Ekuador
- Ekuador umumkan modifikasi pengiriman minyak mentah Kolombia
- Perang dagang akan merugikan warga Kolombia dan Ekuador
Jakarta, IDN Times - Kolombia, pada Kamis (22/1/2026), resmi menangguhkan penjualan listrik ke Ekuador. Keputusan ini diambil dengan alasan untuk mengamankan pasokan listrik di dalam negeri.
“Kami terus mempercayai bahwa integrasi energi dan dialog antarnegara. Namun, dalam kondisi saat ini, kami tidak memperbolehkan transaksi listrik internasional agar tidak berisiko kurangnya suplai listrik di dalam negeri,” tutur Menteri Pertambangan dan Energi, Edwin Palma, dikutip dari EFE.
Sehari sebelumnya Ekuador sudah menetapkan sepihak tarif impor barang asal Kolombia sebesar 30 persen. Bogota dianggap tidak mau berkolaborasi dengan Quito untuk mengamankan perbatasan.
1. Kolombia larang perusahaan swasta jual listrik ke Ekuador
Dilansir Colombia One, Kolombia juga menghapus mekanisme yang memperbolehkan perusahaan swasta menjual listrik ke Ekuador. Dengan ini, seluruh penjualan listrik dari Kolombia ke Ekuador ditangguhkan secara menyeluruh.
Kedua negara sudah memiliki kapasitas interkoneksi listrik dengan kapasitas mencapai 400 kilowatt. Kolombia juga bersedia meningkatkan ekspor listrik ke Ekuador hingga dua kali lipat untuk mengatasi krisis energi di Ekuador pada 2023-2024.
2. Ekuador umumkan modifikasi pengiriman minyak mentah Kolombia
Pada saat yang sama, Menteri Lingkungan dan Energi Ekuador, Ines Manzano menyebut, akan ada modifikasi rerata pengiriman minyak mentah Kolombia di pipa di negaranya. Langkah ini sebagai balasan atas penangguhan penjualan listrik dari Kolombia ke Ekuador.
“Ekuador memprioritaskan keamanan perbatasan dan keseimbangan neraca dagang serta keamanan energi. Maka dari itu, pengiriman minyak mentah Kolombia lewat pipa akan dikurangi sebagai balasan pemblokiran penjualan listrik,” ungkapnya.
3. Perang dagang akan merugikan warga Kolombia dan Ekuador
Presiden Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Nasional Kolombia (Analdex), Javier Diaz Molina mengatakan, Kolombia dan Ekuador adalah rekanan dagang besar. Perang dagang imbas penetapan tarif ini hanya akan merugikan warga kedua negara.
“Contoh sudah menyebar, sebelumnya masalah selalu diselesaikan lewat diplomasi, persetujuan. Sekarang, apa yang sudah ditetapkan seperti hukum rimba dan pemaksaan,” terang Molona.
Menanggapi masalah ini, Kementerian Luar Negeri Kolombia sudah meminta Ekuador untuk membicarakan masalah perang dagang ini. Bogota meminta agar Quito tidak salah langkah yang hanya berdampak buruk pada warga kedua negara.


















