Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekuador Terjunkan 10 Ribu Tentara Lawan Geng Penyelundup Narkoba

ilustrasi bendera Ekuador
ilustrasi bendera Ekuador (pixabay.com/David_Peterson)
Intinya sih...
  • Ekuador menerjunkan 10 ribu tentara di tiga provinsi pesisir sebagai perlawanan atas tingginya kasus kekerasan dan pembunuhan.
  • Menteri Pertahanan Ekuador deklarasikan rencana perlawanan sengit kepada geng kriminal dengan membangun pusat komando tinggi militer di Guayaquil.
  • Presiden Ekuador mendeklarasikan darurat nasional imbas lonjakan kasus pembunuhan, sementara lima kepala manusia ditemukan di pantai Puerto Lopez.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekuador menerjunkan 10 ribu tentara di tiga provinsi di area pesisir. Keputusan ini sebagai bentuk perlawanan atas tingginya kasus kekerasan dan pembunuhan di negara Amerika Selatan tersebut. 

“Ratusan pasukan khusus Ekuador sudah dikirimkan untuk menambah pasukan dalam operasi keamanan di area pesisir, terutama di Guayas, Manabi, dan Los Rios,” ungkap Jenderal Angkatan Udara Ekuador, Mario Bedoya, dikutip dari CTV News, Minggu (18/1/2026). 

Ekuador sudah mencatatkan kasus pembunuhan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Hingga Desember 2025, tercatat sudah ada 9.176 kasus pembunuhan di Ekuador imbas semakin aktivitas penyelundupan narkoba

1. Sebagai rencana perlawanan sengit kepada geng kriminal

Menteri Pertahanan Ekuador, Gian Carlo Loffredo mengatakan bahwa pengiriman ini untuk mempertahankan dan mengoordinasikan operasi di area rawan. Nantinya, militer akan berkoordinasi dengan polisi untuk memulai fase ofensif total. 

Dilansir El Universo, personel militer akan diterjunkan di Guayaquil dan kemudian disebar ke sejumlah wilayah di sekitarnya. Rencana zona penerjunan militer ini sesuai dengan yang sudah dibangun dalam analisa intelijen militer. 

Loffredo juga memerintahkan agar dibangun pusat komando tinggi militer di Guayaquil dalam membantu operasi. Selain itu, kantor itu berfungsi mempercepat penentuan keputusan dan memastikan respons cepat militer. 

2. Ekuador kembali deklarasikan darurat nasional imbas lonjakan kasus pembunuhan

Pada malam tahun baru, Presiden Ekuador Daniel Noboa resmi mendeklarasikan keadaan darurat di 9 dari 24 provinsi di Ekuador. Kebijakan ini sebagai respons atas lonjakan kasus pembunuhan di negara Amerika Selatan sepanjang 2025. 

Sebelumnya, pemerintahan Noboa sudah mendeklarasikan perang kepada geng kriminal. Pemberlakuan keadaan darurat ini memperbolehkan aparat keamanan untuk melancarkan operasi penggerebekan di area yang terindikasi lokasi persembunyian anggota geng kriminal. 

Lonjakan kasus kekerasan dan pembunuhan disebabkan lokasi strategis Ekuador untuk menyelundupkan narkoba. Sebab, Ekuador berada di antara negara produsen kokain terbesar di dunia, yakni Kolombia dan Peru untuk dijual ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). 

3. Penemuan lima kepala manusia di pantai Puerto Lopez, Ekuador

Pekan lalu, warga Ekuador dikejutkan dengan penemuan lima kepala manusia di pantai Puerto Lopez, Manabi. Kepala manusia yang ditunjukkan depan umum ini sebagai peringatan kepada geng kriminal yang mengancam dan memeras nelayan lokal. 

Dilansir BBC, polisi masih mengidentifikasi lima kepala manusia tersebut berdasarkan sejumlah informasi orang hilang dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan identifikasi awal, korban tersebut berusia antara 20-34 tahun.  

Menurut keterangan dari pakar, geng kriminal di Ekuador sudah beraliansi dengan sejumlah kartel narkoba di Meksiko dan Kolombia. Mereka juga meniru taktik dari kartel Meksiko yang menyebarkan teror dan kekerasan hingga menunjukkan potongan tubuh manusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Tujuh Polisi Tewas dalam Serangan Geng di Guatemala, Sekolah Diliburkan

20 Jan 2026, 09:09 WIBNews