- Amerika Serikat sebanyak 19 juta barel per hari
- China sebanyak 16,4 juta barel per hari
- India sebanyak 5,6 juta barel per hari
- Arab Saudi sebanyak 4 juta barel per hari
- Rusia sebanyak 3,8 juta barel per hari
- Jepang sebanyak 3,2 barel per hari
- Korea Selatan sebanyak 2,9 juta barel per hari
- Brazil sebanyak 2,6 juta barel per hari
- Kanada sebanyak 2,3 juta barel per hari
- Jerman sebanyak 2,1 juta barel per hari.
Daftar 10 Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar di Dunia, AS Nomor 1!

- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga BBM global, dengan 85 negara melaporkan kenaikan setelah konflik AS dan Israel pada Februari 2026.
- Amerika Serikat menjadi konsumen minyak terbesar dunia dengan 19 juta barel per hari, disusul China dan India; Indonesia berada di posisi ke-13 dengan 1,6 juta barel per hari.
- Negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan paling terdampak karena ketergantungan tinggi pada impor minyak dari Teluk, hingga menerapkan langkah darurat menstabilkan pasar energi.
Jakarta, IDN Times - Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menyebabkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di dunia. Dalam data data yang dianalisis dari Global Petrol Prices, setidaknya 85 negara telah melaporkan kenaikan harga bensin setelah serangan awal AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Ketika ada krisis minyak mentah dunia baik dari pasokan maupun harga, negara-negara dengan konsumsi minyak yang besar merasakan dampak yang besar.
Menurut data Energy Institute yang dikutip dari Visual Capitalist, pada 2024, 10 negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia menyumbang 61 persen dari pangsa global. Angka itu melonjak menjadi 80 persen di antara 20 negara teratas, karena konsumsi keseluruhan meningkat sebesar 0,7 persen per tahun.
1. Daftar 10 negara dengan konsumsi minyak mentah terbesar di dunia

Berikut data 10 negara dengan konsumsi minyak mentah terbesar di dunia:
Iran juga merupakan negara dengan konsumsi minyak mentah tertinggi, yakni sekitar 2 juta barel per hari (data 2024). Iran menempati urutan ke-11. Adapun Indonesia menduduki urutan ke-13 dengan konsumsi 1,6 juta barel minyak per hari.
2. Daftar negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi

Berikut daftar 10 negara dengan kenaikan BBM tertinggi setelah perang AS-Iran, dikutip dari Aljazeera:
1. Kamboja
Sebelum perang (23 Februari): 1,11 dolar AS
Setelah perang (11 Maret): 1,32 dolar AS
Kenaikan Harga: 67,81 persen
2. Vietnam
Sebelum perang: 0,75 dolar AS
Setelah perang: 1,13 dolar AS
Kenaikan Harga: 49,73 persen
3. Nigeria
Sebelum perang: 0,59 dolar AS
Setelah perang: 0,80 dolar AS
Kenaikan Harga: 35,02 persen
4. Laos
Sebelum perang: 1,34 dolar AS
Setelah perang: 1,78 dolar AS
Kenaikan Harga: 32,94 persen
5. Kanada
Sebelum perang: 1,16 dolar AS
Setelah perang: 1,30 dolar AS
Kenaikan Harga: 28,36 persen
6. Pakistan
Sebelum perang: 0,92 dolar AS
Setelah perang: 1,15 dolar AS
Kenaikan Harga: 24,49 persen
7. Maldives
Sebelum perang: 0,87 dolar AS
Setelah perang: 1,04 dolar AS
Kenaikan Harga: 18,54 persen
8. Australia
Sebelum perang: 1,11 dolar AS
Setelah perang: 1,31 dolar AS
Kenaikan Harga: 18,23 persen
9. Amerika Serikat
Sebelum perang: 0,87 dolar AS
Setelah perang: 1,01 dolar AS
Kenaikan Harga: 16,55 persen
10. Singapura
Sebelum perang: 2,16 dolar AS
Setelah perang: 2,50 dolar AS
Kenaikan Harga: 15,69 persen.
Krisis di Selat Hormuz
3. Mengapa negara-negara Asia turut terdampak?

Negara-negara Asia menanggung kerugian terbesar karena kenaikan harga BBM. Sebab, negara-negara di Asia sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman minyak dan gasnya, yang secara efektif telah ditutup sejak awal perang.
Selat itu menghubungkan Teluk, juga disebut sebagai Teluk Persia dan Teluk Arab – ke Teluk Oman dan merupakan satu-satunya jalur bagi produsen minyak di kawasan ini ke laut lepas.
Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan, masing-masing mengimpor 95 persen dan 70 persen minyak kedua negara itu dari Teluk. Kedua negara Asia Timur itu telah memberlakukan langkah-langkah darurat untuk menstabilkan pasar energi mereka.
Pada 8 Maret, Jepang menginstruksikan lokasi cadangan minyaknya untuk bersiap menghadapi potensi pelepasan cadangan strategis. Keesokan harinya, Korea Selatan memperkenalkan batasan harga maksimum untuk bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.

















