Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Maysir? Ini Alasannya Bisa Jadi Musuh Finansialmu

Apa Itu Maysir? Ini Alasannya Bisa Jadi Musuh Finansialmu
ilustrasi maysir (pexels.com/ cottonbro studio)
Intinya Sih
  • Maysir adalah aktivitas spekulatif seperti judi, di mana keuntungan satu pihak berasal dari kerugian pihak lain tanpa adanya nilai ekonomi nyata yang diciptakan.
  • Dalam Islam, maysir dilarang karena menumbuhkan mentalitas malas, ketergantungan pada keberuntungan, serta memicu konflik sosial dan ketidakadilan ekonomi.
  • Cara menghindari maysir meliputi memastikan adanya aset riil, memahami model bisnis platform, menjauhi skema cepat kaya, dan memilih produk keuangan bersertifikat syariah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernah gak sih, lagi browsing di internet terus lihat iklan aplikasi yang menjanjikan menang gede cuma modal receh? Rasanya ingin coba-coba, siapa tahu hoki terus bisa beli gadget baru tanpa harus menabung berbulan-bulan. Nah, pemikiran "iseng-iseng berhadiah" yang mengandalkan keberuntungan murni inilah pintu masuk untuk memahami bahwa maysir adalah hal yang makin sering kamu temui di dunia digital saat ini.

Kalau kamu gak hati-hati, pola pikir "ingin cepat kaya" lewat jalan pintas ini bisa merusak rencana keuangan masa depanmu. Bukannya untung, yang ada tabungan kamu malah ludes buat sesuatu yang gak pasti dan bikin kecanduan mental. Kamu pastinya gak mau kan, tiba-tiba saldo ATM kosong karena terjebak kecanduan permainan ini?


1. Pengertian maysir

ilustrasi maysir seperti berjudi
ilustrasi maysir seperti berjudi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Jadi, sebenarnya apa, sih, maysir ini? Secara simpel, maysir adalah segala bentuk transaksi yang sifatnya judi atau spekulasi yang ekstrem. Di sini, ada pihak yang dapat untung besar, tapi keuntungan itu diambil langsung dari kerugian pihak lain yang ikutan main.

Intinya, ini adalah zero-sum game di mana uang cuma berputar berdasarkan keberuntungan semata. Gak ada barang atau jasa nyata yang diproduksi, jadi uang kamu cuma pindah tangan doang. Kalau kamu menang, berarti ada orang lain yang lagi menangis karena duitnya hilang, begitu pun sebaliknya.

2. Mengapa maysir dilarang?

ilustrasi maysir seperti berjudi
ilustrasi maysir seperti berjudi (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Islam melarang hal ini bukan tanpa alasan, tapi karena maysir bikin kamu punya mindset pemalas dan suka jalan pintas. Bayangkan kalau semua orang cuma berharap sama keberuntungan, pasti gak akan ada yang mau kerja keras atau berinovasi lagi. Pola pikir kayak gini berbahaya buat pertumbuhan karakter dan karier kamu ke depannya. Hal ini semakin diperjelas dalam Surah Al-Maidah (5) ayat 90, 

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”

Selain itu, maysir sering memicu konflik dan rasa benci di antara sesama pemain, lho. Si pemenang bakal ngerasa sombong yang palsu, sedangkan yang kalah bakal merasa marah dan dendam karena merasa dicurangi nasib. Hal ini tentu gak sesuai dengan prinsip keadilan dan win-win solution dalam ekonomi Islam.

3. Kriteria maysir

ilustrasi aktivitas yang menjadi maysir ketika ada materil yang dipertaruhkan
ilustrasi aktivitas yang menjadi maysir ketika ada materil yang dipertaruhkan (pixabay.com/RyanMcGuire)

Dalam menjaga prinsip syariah, kamu butuh ketelitian dan gak boleh buru-buru ingin hasil instan agar "tekstur" keuanganmu tetap aman di masa depan, lho. Agar kamu gak terjebak dalam skema yang merugikan, yuk perhatikan kriteria teknis berikut ini:

  • Identifikasi adanya taruhan materiil yang dipertaruhkan
    Kriteria pertama yang paling jelas adalah adanya iwadh atau aset bernilai (bisa berupa uang atau barang) yang kamu serahkan sebagai modal untuk "beradu nasib". Hal ini menjadi masalah karena aset tersebut berisiko hilang sepenuhnya tanpa kompensasi apa pun jika hasil yang diharapkan gak muncul. Secara logis, saat kamu menempatkan harta dalam posisi spekulatif seperti ini, kamu sebenarnya bukan sedang melakukan pertukaran nilai, melainkan sedang memicu risiko finansial yang gak perlu bagi dirimu sendiri.
  • Cermati skema pemenang yang mengambil hak yang kalah
    Selanjutnya, kamu harus melihat apakah ada unsur zero-sum game di dalamnya, yaitu kondisi di mana keuntungan yang kamu dapatkan berasal langsung dari kerugian pihak lain. Dalam ekonomi syariah, keuntungan seharusnya lahir dari proses produksi atau bagi hasil yang adil, bukan dari mengalihkan uang dari kantong orang-orang yang kalah dalam permainan. Jika sistemnya mengharuskan ada banyak orang yang "boncos" agar satu orang bisa "cuan" besar, maka transaksi tersebut sudah pasti melanggar etika keadilan distribusi harta, lho.
  • Analisis dominasi faktor keberuntungan murni
    Poin terakhir yang gak kalah penting adalah melihat seberapa besar peran luck atau kebetulan dalam menentukan hasil akhirnya. Jika suatu transaksi gak melibatkan usaha, keahlian (skill), atau proses analisis aset yang nyata dan hanya mengandalkan spekulasi liar, maka itu masuk kategori maysir. Hal ini berdampak buruk bagi mentalitasmu karena bisa membuat kamu ketergantungan pada angan-angan kosong dan menjauhkanmu dari kebiasaan membangun aset produktif yang beneran memberikan manfaat jangka panjang.

4. Perbedaan gharar dan maysir

ilustrasi barang dianggap maysir jika tidak transparan apa yang dijual-belikan
ilustrasi barang dianggap maysir jika tidak transparan apa yang dijual-belikan (pixabay.com/Alexas_Fotos)

Banyak yang sering tertukar antara dua istilah ini, padahal mereka itu "sepupu" yang beda karakter. Gharar itu lebih ke arah ketidakjelasan dalam akad atau kontrak, kayak kamu beli kucing dalam karung yang gak tahu kondisinya gimana. Jadi masalahnya ada di informasi yang gak transparan soal barang atau jasa yang diperjualbelikan.

Sedangkan kalau maysir, fokusnya emang di permainannya yang emang tujuannya buat judi dari awal. Kalau gharar itu transaksi yang cacat karena ada unsur tipu-tipu atau ketidakpastian, maysir adalah permainan nasib di mana satu orang menang dan yang lain rugi total. Keduanya memang sama-sama dilarang, tapi cara mainnya aja yang sedikit beda.


5. Contoh maysir di masa kini

ilustrasi undian bisa termasuk kategori maysir
ilustrasi undian bisa termasuk kategori maysir (pixabay.com/deeznutz1)

Zaman sekarang, bentuknya sudah makin canggih dan disulap jadi fitur-fitur keren di aplikasi. Contoh paling klasik ya judi kasino, tapi yang modern itu kayak mystery box yang harganya mahal tapi isinya zonk atau sampah. Atau bisa juga aplikasi "tebak skor" yang mewajibkan kamu setor duit dulu biar bisa dapat hadiah kalau tebakanmu benar.

Bahkan beberapa jenis undian yang mengharuskan kamu bayar biaya pendaftaran cuma buat dapat "kesempatan" menang bisa masuk kategori ini, lho. Jadi jangan tertipu sama kemasan digitalnya yang terlihat aesthetic atau user-friendly. Selalu cek lagi, apakah kamu beneran beli layanan atau cuma lagi beli "angan-angan" yang gak pasti?

6. Cara menghindari maysir

ilustrasi melakukan riset terlebih dulu sebelum menentukan keputusan model bisnis yang akan diambil
ilustrasi melakukan riset terlebih dulu sebelum menentukan keputusan model bisnis yang akan diambil (pixabay.com/kaboompics)

Dalam menjaga dompet dari jeratan maysir, kamu butuh metode yang tepat dan kesabaran ekstra agar asetmu gak hancur karena spekulasi, melainkan tumbuh dengan sehat dan berkah. Yuk, simak langkah teknis berikut ini agar tetap aman:

  • Pastikan adanya underlying asset yang jelas
    Instruksi pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa apakah ada barang atau jasa nyata yang menjadi dasar transaksi tersebut. Dalam ekonomi syariah, uang gak boleh menghasilkan uang secara mandiri tanpa ada proses produksi atau pertukaran aset yang riil. Jika kamu menaruh modal pada sesuatu yang gak memiliki wujud atau manfaat ekonomi yang pasti dan hanya mengandalkan pergerakan angka berdasarkan keberuntungan, maka besar kemungkinan transaksi tersebut terjebak dalam unsur maysir yang merugikan.
  • Lakukan riset mendalam terhadap model bisnis platform
    Sebelum memutuskan untuk setor modal, luangkan waktu untuk memahami dari mana keuntungan tersebut berasal. Kamu harus bisa memetakan alur kerja skema tersebut; apakah keuntungan didapat dari bagi hasil usaha yang produktif atau justru hanya berasal dari uang pendaftaran anggota baru. Ketidaktahuan (jahalah) terhadap mekanisme bisnis kerap menjadi pintu masuk bagi praktik judi terselubung, sehingga dengan melakukan riset, secara logis menghilangkan unsur ketidakpastian yang bisa menjerumuskanmu pada spekulasi liar, kan.
  • Jauhi instrumen yang menjanjikan keuntungan instan tanpa risiko
    Kamu perlu bersikap kritis terhadap platform yang menawarkan return tinggi dalam waktu singkat tanpa adanya keahlian atau usaha yang sebanding. Secara logika ekonomi, setiap keuntungan pasti dibarengi dengan risiko (risk-sharing), namun dalam maysir, risikonya bersifat destruktif dan hanya mengandalkan probabilitas murni seperti kocokan dadu. Dengan menjauhi skema "cepat kaya" ini, Kamu melindungi mentalitas finansialmu agar tetap fokus pada pertumbuhan aset yang logis dan berkelanjutan, bukan sekadar berharap pada keberuntungan nasib.
  • Pilih produk keuangan yang sudah terverifikasi Dewan Syariah Nasional
    Langkah paling aman yang bisa diambil adalah dengan membatasi diri hanya pada instrumen yang telah mendapatkan opini syariah dari lembaga otoritas seperti DSN-MUI. Para ahli di lembaga ini sudah melakukan screening ketat terhadap akad dan mekanisme operasional sebuah produk untuk memastikan gak ada celah maysir di dalamnya. Dengan mengandalkan sertifikasi resmi, kamu gak perlu lagi merasa cemas secara berlebihan karena sistem pengawasannya sudah terstandarisasi untuk melindungi hak-hak Kamu sebagai konsumen dari praktik non-halal.

Jangan sampai uang hasil kerja kerasmu hilang begitu saja hanya demi sensasi sesaat, ya. Memahami bahwa maysir adalah risiko besar bagi finansialmu akan membantumu tetap on track mengejar sukses yang berkah dan stabil. Kamu berhak mendapatkan hasil yang jauh lebih keren dan permanen daripada sekadar menang karena faktor keberuntungan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More