Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
El Nino Mengancam, Jasindo Percepat Klaim Asuransi Usaha Tani Padi
Kantor pusat PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo). (dok. Jasindo)
  • Kementan apresiasi percepatan klaim Asuransi Usaha Tani Padi oleh Jasindo untuk petani Lamongan terdampak banjir, sebagai langkah menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah risiko perubahan iklim.
  • Jasindo mempercepat verifikasi dan pencairan klaim AUTP serta menyiapkan strategi menghadapi El Niño melalui penguatan cadangan teknis, reasuransi, dan edukasi pola tanam adaptif bagi petani.
  • Program AUTP menjadi jaring pengaman finansial dengan pertanggungan hingga Rp6 juta per hektare dan subsidi premi pemerintah, guna menjaga stabilitas produksi serta ketahanan pangan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi percepatan verifikasi hingga pencairan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha tani di tengah meningkatnya risiko perubahan iklim.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi pusat dan daerah, serta stakeholder, target besar seperti swasembada dan kemandirian pangan tidak akan tercapai optimal,” ujar Amran, Selasa (21/4/2026).

1. Jasindo pastikan klaim cepat cair untuk bantu petani

Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema. (IDN Times/Larasati Rey)

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan, percepatan verifikasi dan pencairan klaim AUTP menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani agar bisa segera melanjutkan usaha taninya.

Di lapangan, penyaluran klaim dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, lalu disalurkan oleh Jasindo bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Skema ini memastikan dana diterima petani secara aman dan tepat waktu.

"Percepatan ini diharapkan membantu petani segera melakukan tanam kembali tanpa terkendala modal setelah mengalami gagal panen," kata Brellian.

2. Jasindo siapkan strategi risiko antisipasi El Niño ekstrem

Petani di Kota Mataram memanen padi di tengah ancaman El Nino pada 2023 lalu. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain mempercepat klaim, Jasindo juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi potensi lonjakan klaim akibat fenomena iklim ekstrem seperti El Niño.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penguatan cadangan teknis, optimalisasi program reasuransi, serta penerapan manajemen risiko terintegrasi. Jasindo juga aktif memberikan edukasi kepada petani terkait pola tanam adaptif dan pengelolaan risiko pertanian.

"AUTP sendiri dirancang sebagai instrumen perlindungan terhadap risiko bencana alam seperti banjir, kekeringan, hingga serangan hama dan penyakit tanaman," ujar Brellian.

3. AUTP jadi jaring pengaman sekaligus stabilisasi produksi

Kementerian Pertanian imbau petani Banten ikut AUTP. (Dok. Kementan)

Program AUTP menyasar petani yang tergabung dalam kelompok tani dengan luas lahan maksimal dua hektare per musim tanam. Program ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah menjelaskan, AUTP tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman, tetapi juga menjaga stabilitas produksi pangan.

“Dengan nilai pertanggungan hingga Rp6 juta per hektare per musim tanam, AUTP memberikan jaminan finansial agar petani tetap bisa melanjutkan usaha taninya setelah mengalami puso,” kata dia.

Dengan premi sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam, program ini dinilai terjangkau. Pada 2026, pemerintah juga mengalokasikan dukungan subsidi premi AUTP di 13 provinsi melalui APBD.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi petani, menjaga keberlanjutan usaha tani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Editorial Team