Perkembangan media sosial terus melahirkan tren baru yang memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan sebelum membeli suatu produk. Jika dulu promosi dari influencer dianggap sangat efektif, kini muncul fenomena deinfluencing yang justru mengajak audiens lebih selektif dan kritis terhadap berbagai rekomendasi. Pergeseran ini menjadi tanda bahwa kepercayaan konsumen semakin didasarkan pada kejujuran dibanding sekadar popularitas.
Fenomena deinfluencing juga membuat banyak pelaku bisnis mulai mengevaluasi kembali strategi pemasaran yang selama ini diterapkan. Konsumen kini lebih menghargai ulasan yang transparan, realistis, dan sesuai pengalaman nyata daripada promosi yang terdengar terlalu sempurna. Karena itu, memahami perubahan ini menjadi langkah penting untuk melihat arah pemasaran modern pada masa mendatang, yuk simak bersama.
