Fasilitas air bersih. (Dok. Kementerian PU)
Selain bangunan, Kementerian PU memeriksa sarana dan prasarana air minum di Nagekeo, Ende, dan Sikka sejak dua hari terakhir. Pemeriksaan meliputi instalasi pengolahan air (IPA), jaringan perpipaan, sarana distribusi, dan tampungan air.
Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) NTT melibatkan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dalam pendataan.
Tim juga langsung menangani sarana yang mengalami gangguan. Salah satunya adalah perbaikan jaringan perpipaan air bersih pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.
Sebanyak 10 personel tambahan dijadwalkan berangkat dari Kupang pada Rabu (19/8/2026). Mereka akan memeriksa dan menangani sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo.
Kementerian PU menyiapkan tiga mobil tangki air (MTA) di Nagekeo. Sebanyak dua unit sudah berada di lokasi, sedangkan satu unit merupakan pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.
Selain itu, tersedia 16 hidran umum (HU). Ada delapan unit yang merupakan dukungan untuk penanganan saat ini dan delapan lainnya merupakan pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo. Di Kupang, dua mobil tangki air dan satu truk tinja masih disiagakan untuk kebutuhan penanganan bencana.