Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GMF Aero Asia Cetak Laba Rp193,5 M, Tumbuh 23,46 Persen!
Hanggar GMF AeroAsia di Tangerang, Banten. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • GMF Aero Asia mencatat laba US$10,81 juta atau Rp193,55 miliar pada semester I-2026, naik 23,46 persen secara tahunan; pendapatan tumbuh 51 persen menjadi US$270,29 juta.
  • Kinerja didorong peningkatan layanan TMB, reaktivasi pesawat, pekerjaan mesin lessor, serta fasilitas perawatan ATR di Pondok Cabe dan proyek untuk pelanggan internasional.
  • Ekuitas GMF mencapai US$144,62 juta per 30 Juni 2026, melonjak 158,1 persen dari defisiensi modal tahun sebelumnya; perusahaan menyiapkan ekspansi, penguatan kapabilitas, dan efisiensi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I-2026

GMF Aero Asia membukukan laba 10,81 juta dolar AS atau Rp193,55 miliar, naik 23,46 persen secara tahunan. EBITDA dan pendapatan usaha masing-masing tumbuh 51 persen.

30 Juni 2026

Total ekuitas GMF mencapai 144,62 juta dolar AS atau Rp2,59 triliun, meningkat 158,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

20 September 2026

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyatakan pertumbuhan pendapatan kuartal II didukung peningkatan pekerjaan TMB, reaktivasi pesawat, dan pekerjaan mesin milik lessor.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    GMF Aero Asia membukukan laba 10,81 juta dolar AS atau Rp193,55 miliar pada semester I-2026, tumbuh 23,46 persen secara tahunan.
  • Who?
    PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), dengan Direktur Utama Andi Fahrurrozi, mencatat pertumbuhan pendapatan, EBITDA, laba, dan ekuitas.
  • Where?
    Kinerja GMF mencakup kegiatan layanan di Indonesia, termasuk fasilitas maintenance ATR di Bandara Pondok Cabe, serta pekerjaan bagi pelanggan di pasar internasional.
  • When?
    Laba dan posisi ekuitas dicatat hingga 30 Juni 2026 untuk semester I-2026. Andi Fahrurrozi menyampaikan keterangan pada 20 September 2026.
  • Why?
    Pendapatan meningkat didukung pekerjaan Time Material Basis dari Garuda Indonesia Group dan non-Grup, reaktivasi pesawat pada segmen airframe, serta pekerjaan engine milik lessor.
  • How?
    GMF memperluas kapasitas melalui fasilitas Pondok Cabe, menyelesaikan reaktivasi dan perawatan pesawat, mengerjakan layanan internasional, serta memperoleh sertifikasi AS9100D.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
GMF Aero Asia mendapat laba Rp193,55 miliar pada enam bulan pertama tahun 2026. Laba ini naik dari tahun lalu. Perusahaan ini merawat pesawat. GMF membuka tempat perawatan pesawat ATR di Bandara Pondok Cabe. Mereka juga sudah memperbaiki beberapa pesawat. Sekarang GMF mau terus berkembang dan membuat layanan perawatan pesawat lebih banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kinerja semester pertama GMF mencerminkan penguatan yang ditopang aktivitas operasional nyata, dari reaktivasi pesawat hingga pekerjaan bagi pelanggan internasional. Pembukaan fasilitas ATR di Pondok Cabe menambah fleksibilitas layanan, sementara sertifikasi AS9100D mempertegas standar mutu perusahaan. Pertumbuhan pendapatan, EBITDA, laba, dan ekuitas menunjukkan fondasi bisnis yang kian solid.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia membukukan laba sebesar 10,81 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp193,55 miliar (kurs Rp17.899 per dolar AS per 30 Juni 2026) pada semester I-2026.

Capaian laba di pertengahan 2026 itu tumbuh 23,46 persen secara year on year (yoy). EBITDA perusahaan mencapai 34,82 juta dolar AS atau setara Rp623,28 miliar, tumbuh 51 persen (yoy). Seiring dengan itu, pendapatan usaha GMF tumbuh 51 persen (yoy), mencapai 270,29 juta dolar AS atau setara Rp4,8 triliun.

“Pertumbuhan pendapatan pada kuartal II didukung oleh peningkatan pendapatan Time Material Basis (TMB) baik dari Garuda Indonesia Group maupun non-Grup, khususnya yang berkaitan dengan reaktivasi pesawat pada segmen airframe dan pekerjaan engine milik lessor pada segmen engine,” kata Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi dikutip Minggu, (20/9/2026).

1. GMF Aero Asia buka fasilitas maintenance pesawat ATR di Bandara Pondok Cabe

Fasilitas pelayanan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia. (dok. GMFI)

Andi mengatakan, pertumbuhan kinerja finansial GMF didukung oleh inaugurasi pemanfaatan fasilitas di Pondok Cabe untuk mendukung kegiatan maintenance tipe pesawat ATR.

Pemanfaatan fasilitas itu menambah fleksibilitas operasional GMF dalam memberikan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan maintenance pelanggan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas layanan Perseroan.

Pada segmen airframe, GMF telah menyelesaikan reaktivasi dua pesawat Airbus A320 dan satu pesawat ATR milik Citilink.

Di pasar internasional, GMF terus memperkuat portofolio layanan melalui penyelesaian overhaul landing gear K-Mile Air, penyelesaian C-Check pesawat Boeing 747 Pecotox Air, serta mendukung inaugural flight T’way Air.

GMF juga memperoleh sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi itu menegaskan penerapan sistem manajemen mutu berstandar internasional untuk industri aviasi, antariksa, dan pertahanan, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis Perseroan pada bidang aerostructure.

2. Ekuitas tumbuh 158 persen

Hanggar PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia. (dok. GMFI)

Penguatan kinerja GMF tercermin pada posisi ekuitas perusahaan yang mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga 30 Juni 2026, total ekuitas GMF mencapai 144,62 juta dolar AS atau setara Rp2,59 triliun, meningkat 158,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang masih mencatat defisiensi modal sebesar 248,99 juta dolar AS.

"Pertumbuhan revenue dan penguatan ekuitas yang kami capai menjadi momentum untuk membawa GMF ke tahap pertumbuhan pada kuartal berikutnya,” ucap Andi.

3. Ekspansi terus dilakukan

Direktur Utama GMF AeroAsia, Andi Fahrurrozi. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Andi mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan bisnis, perusahaan akan terus melakukan ekspansi dan pengembangan, serta memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional perusahaan.

“Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis yang tengah dipersiapkan, GMF optimis untuk terus memperkuat kapabilitas dan menjaga efisiensi operasional untuk pertumbuhan yang semakin berkelanjutan," kata Andi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article