Surabaya, IDN Times - PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), produsen Fast Moving Consumer Goods (FMCG) biskuit dan wafer asal Indonesia mengakui bahan kemasan yang digunakan pihaknya mengalami rata-rata kenaikan 40 hingga 45 persen.
Direktur Mega Global Food Industry, Richard Cahyadi menyatakan, hal tersebut memaksa pihaknya untuk memiliki pembiayaan kuat karena banyak supplier bahan plastik meminta pembayaran di depan.
"Supply chain-nya sangat limited gitu. Dari ujung supply bahan kemasan plastiknya itu semua minta, karena uncertain ya jadi kita bayar di depan, kita bayar cash. Nah, kita harus punya kekuatan funding financial yang kuat untuk kemasan itu," ujar Richard di pabrik Kokola Group, Gresik, Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).
