Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu, Dibanderol Rp2,690 Juta per Gram

- Harga emas Antam pada Sabtu, 8 Agustus 2026, naik Rp40 ribu menjadi Rp2,690 juta per gram, sementara harga buyback meningkat Rp50 ribu menjadi Rp2,511 juta per gram.
- Penjualan kembali emas batangan ke Antam senilai lebih dari Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
- Emas dinilai dapat mendiversifikasi portofolio dan cocok bagi investor konservatif, tetapi kurang sesuai untuk investasi jangka pendek karena terdapat selisih harga beli dan jual.
Jakarta, IDN Times - Harga emas logammulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik Rp40 ribu per gram pada Sabtu (8/8/2026). Harga emas hari ini dibanderol Rp2,690 juta per gram.
Berdasarkan data di situs Logam Mulia, harga buyback naik Rp50 ribu, sehingga dibanderol Rp2,511 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.
1. Rincian harga emas hari ini
Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:
Harga emas 0,5 gram: Rp1,395 juta
Harga emas 1 gram: Rp2,690 juta
Harga emas 2 gram: Rp5,320 juta
Harga emas 3 gram: Rp7,955 juta
Harga emas 5 gram: Rp13,225 juta
Harga emas 10 gram: Rp25,395 juta
Harga emas 25 gram: Rp65,862 juta
Harga emas 50 gram: Rp131,64 juta
Harga emas 100 gram: Rp263,212 juta
Harga emas 250 gram: Rp657,765 juta
Harga emas 500 gram: Rp1,31 miliar
Harga emas 1.000 gram: Rp2,63 miliar.
2. Emas jadi instrumen untuk diversifikasi portofolio
Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.
Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.
Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.
3. Emas jadi pilihan investor konservatif
Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.
Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!



















