Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Properti Hunian Naik Terbatas, Penjualan Mulai Membaik

Harga Properti Hunian Naik Terbatas, Penjualan Mulai Membaik
Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • IHPR pasar primer tumbuh terbatas 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II 2026, sedikit naik dari 0,62 persen, terutama didorong rumah tipe besar.
  • Secara kuartalan, IHPR naik 0,26 persen, dipimpin rumah menengah; Pekanbaru dan Jabodebek-Banten mencatat kenaikan, sementara Padang serta Balikpapan mengalami kontraksi.
  • Penjualan residensial membaik: kontraksi tahunan menyempit menjadi 2,36 persen dan penjualan kuartalan tumbuh 9,39 persen, ditopang tipe kecil serta besar, meski tipe menengah melemah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga properti residensial di pasar primer masih mengalami kenaikan terbatas pada kuartal II 2026. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI), kondisi tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang tumbuh 0,69 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Pertumbuhan tersebut sedikit meningkat dibandingkan kuartal I 2026 yang sebesar 0,62 persen yoy. Kenaikan harga terutama didorong oleh rumah tipe besar," ungkap BI dalam laporannya, Sabtu (8/8/2026).

1. Indeks harga rumah menengah tercatat 114,01

Ilustrasi rumah subsidi (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi rumah subsidi (IDN Times/Dhana Kencana)

Indeks harga rumah tipe besar tercatat 108,41 atau tumbuh 0,68 persen yoy pada kuartal II 2026, meningkat dari pertumbuhan 0,50 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, indeks harga rumah tipe kecil tercatat 113,89 dengan pertumbuhan yang melambat menjadi 0,49 persen yoy, dari 0,61 persen yoy pada kuartal I 2026.

Adapun indeks harga rumah tipe menengah tercatat 114,01 dengan pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya.

2. Harga rumah di Banjarmasin naik 1,29 persen di kuartal II

ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)
ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)

Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei BI, sebanyak 10 kota mencatat peningkatan pertumbuhan IHPR secara tahunan. Sementara tujuh kota mengalami perlambatan dan satu kota mencatat pertumbuhan yang relatif stabil.

Sejumlah kota mencatat kenaikan harga yang cukup signifikan. Di Banjarmasin, misalnya, pertumbuhan harga rumah meningkat menjadi 1,29 persen yoy pada kuartal II 2026, dari 0,52 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

"Sementara itu, harga rumah di Pekanbaru mengalami perbaikan signifikan. Pertumbuhannya mencapai 3,23 persen yoy, berbalik dari kontraksi 0,03 persen yoy pada kuartal I 2026," tulis BI.

Sebaliknya, pertumbuhan harga rumah di Padang dan Balikpapan melambat. Masing-masing menjadi 0,63 persen yoy dan 1,19 persen yoy, dari sebelumnya 1,21 persen yoy dan 1,44 persen yoy.

3. Harga rumah tipe menengah yang tumbuh 0,40 persen

Ilustrasi rumah subsidi (Dok. Apersi)
Ilustrasi rumah subsidi (Dok. Apersi)

Secara kuartalan, IHPR pasar primer pada kuartal II 2026 tumbuh 0,26 persen atau quarter to quarter (qtq). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 0,04 persen qtq.

"Kenaikan tersebut terutama didorong oleh harga rumah tipe menengah yang tumbuh 0,40 persen qtq. Sebelumnya, harga rumah tipe ini terkontraksi 0,01 persen qtq pada kuartal I 2026," tulis BI.

4. Kenaikan harga properti secara kuartal terjadi di Pekanbaru, Jabodebek-Banten

ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)
ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)

Bank Indonesia mencatat, harga rumah tipe besar juga tumbuh 0,26 persen qtq, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 0,06 persen qtq. Sementara itu, harga rumah tipe kecil masih terkontraksi 0,02 persen qtq setelah pada kuartal sebelumnya tumbuh 0,06 persen qtq.

"Secara spasial, kenaikan harga properti secara kuartalan terutama berasal dari Pekanbaru dan Jabodebek-Banten. Masing-masing mencatat pertumbuhan 3,26 persen qtq dan 0,23 persen qtq pada kuartal II 2026, dari sebelumnya masing-masing 0,00 persen qtq dan 0,04 persen qtq," tulis BI.

Di sisi lain, sejumlah kota mencatat pertumbuhan harga yang lebih rendah. Padang dan Balikpapan bahkan mengalami kontraksi masing-masing 0,26 persen qtq dan 0,08 persen qtq, setelah pada kuartal I 2026 sama-sama tumbuh 1,08 persen qtq.

Di tengah kenaikan harga yang masih terbatas, penjualan properti residensial di pasar primer mulai menunjukkan perbaikan.

Secara tahunan, penjualan properti residensial pada kuartal II 2026 masih terkontraksi 2,36 persen yoy. Namun, kontraksi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 25,67 persen yoy.

Perbaikan penjualan terutama ditopang oleh rumah tipe kecil. Meski masih terkontraksi 2,88 persen yoy, penjualan tipe ini membaik signifikan dibandingkan kontraksi 45,59 persen yoy pada kuartal I 2026.

Penjualan rumah tipe besar juga menunjukkan perbaikan. Pada kuartal II 2026, penjualannya tumbuh 13,08 persen yoy, berbalik dari kontraksi 8,03 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

Namun, penjualan rumah tipe menengah masih menjadi penekan. Penjualannya berbalik terkontraksi 10,51 persen yoy pada kuartal II 2026, dari pertumbuhan 8,28 persen yoy pada kuartal sebelumnya.

Secara kuartalan, penjualan properti residensial menunjukkan pemulihan lebih kuat. Penjualan tumbuh 9,39 persen qtq pada kuartal II 2026, berbalik dari kontraksi 7,69 persen qtq pada kuartal I 2026.

Perbaikan terutama ditopang penjualan rumah tipe kecil dan besar yang masing-masing tumbuh 30,33 persen qtq dan 24,41 persen qtq. Sebelumnya, kedua tipe rumah tersebut masing-masing terkontraksi 14,68 persen qtq dan 20,38 persen qtq.

Sementara itu, penjualan rumah tipe menengah juga membaik meski masih terkontraksi 8,59 persen qtq. Kontraksi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 10,72 persen qtq.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More